Tantangan Guru di Abad 21

Oleh :
Khusrur Rony Djufri
Adalah Pengasuh di Yayasan Babul Ulum Gumulan Jombang, Alumnus FT. IAIN Sunan Ampel Malang dan PPS Undar Jombang.

Di antara salah satu faktor penting dalam pendidikan adalah guru. Karena sebaik apapun kurikulum, selengkap apapun sarana- prasarana, meskipin sumber belajar terpenuhi, dan media pembelajaran lengkap, Jika gurunya tidak profesional, tidak berkualitas, maka out put pendidikan yang berkualitas sumber daya manusia (human resources) yang unggul sulit diharapkan. Lebih-lebih di saat memasuki abad 21.

Permasalahnnya sekarang apa dan bagaimana dengan abad 21 ?, ciri-ciri apakah yang menonjol, dan perubahan-perubahan bagaimana yang bakal terjadi?. Kalau yang diharapkan terwujudnya SDM unggul maka masih relevankah konsep pendidikan yang berjalan saat ini, jika diaplikasikan untuk terwujudnya SDM Indonesia unggul?.

Selanjutnya, bagaimana dengan kompetensi guru?, apakah SDM guru saat ini sudah dalam katagori unggul?. Karena, kecil kemungkinannya dapat mewujudkan SDM Indonesia unggul jika gurunya tidak unggul. Lantas bagaimana ciri-ciri guru yang dapat mewujudkan SDM unggul ?,

Ini semua merupakan tantangan sekaligus tuntutan bagi semua pihak, lebih-lebih bagi guru yang merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan?

Abad ke-21 tentu sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Di mana ilmu pengetahuan berkembang pesat .pada abad ini, terutama bidang Information and Communication Technology (ICT) yang ditandai dengan Robotic, artificial intelligence, machine learning, biotechnology, blockchain, internet of things (IoT), driverless vehicle. Para karyawan pembuat mobil akan digantikan oleh robot. supir taksi digantikan oleh driverless car, jasa pengiriman barang (kurir) akan digantikan drone, Bank akan digantikan smartphone dan blockchain

Dampaknya telah membawa perubahan dalam semua aspek kehidupan baik dari segi struktur ekonomi, sosial, dan politik, serta dari segi pola budaya dan gaya hidup, sehingga terjadinya pergeseran tata nilai baik buruk, khususnya yang berkaitan dengan norma -norma agama. Dampak lainnya membuat dunia seakan menjadi makin sempit, betapa tidak, beragam informasi dapat diakses dengan cepat oleh siapapun dan dari mana pun dari berbagai belahan dunia, Perubahan-perubahan tersebut semakin terasa, termasuk didalamnya pada dunia pendidikan

Dalam dunia pendidikan, model-model pembeljaran pola lama, yang tertumpu hanya pada satu metode, cenderung monoton, pasif, dan tidak dapat menstimulus siswa dalam berpikir kritis, kreatif, inisiatif, dan inovatif .akan menjadikan anak didik bosan dan tidak mandiri.

Di saat pandemi covid-19, pembelajaran tidak boleh dilakukan secara tatap muka, sebagai gantinya pembelajaran dilakukan secara daring, guru yang tidak menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, maka pada awal mulanya banyak yang mengalami kesulitan, bagaimana harus menyampaikan pembelajaran secara online lewat hp androit,. ironisnya, kondisi tersebut diperparah dengan masih banyaknya guru yang gaptek,dan pasif lagi. Nah jika kualitas sebagian guru demikian, Bagaimana nanti ketika memasuki abad 21. Masih dapatkah mewujudkan SDM Indonesia Unggul?

Menurut Susanto (2010), dalam Supriyadi 1998, terdapat tujuh tantangan guru di abad 21, yaitu : Pertama. Teaching in multicultural society, mengajar di masyarakat yang memiliki beragam budaya dengan kompetensi multi bahasa. Kedua.Teaching for the construction of meaning, mengajar untuk mengkonstruksi makna (konsep). Ketiga. Teaching for active learning, mengajar untuk pembelajaran aktif. Keempat.Teaching and technology, mengajar dan teknologi. Kelima. Teaching with new view about abilities, mengajar dengan pandangan baru mengenai kemampuan. Keenam. Teaching and choice, mengajar dan pilihan, dan Ketujuh. Teaching and accountability, mengajar dan akuntabilitas

Untuk bisa mewujudkan SDM Indonesia unggul. Maka seorang guru disamping harus profesional yakni mempunyai kompetensi, pedagogik, kompetensi akademik, kompetenasi sosia, dan kompetensi kepribadian. Guru harus bisa membantu muridnya menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan di zaman yang dihadapi. Karena itu guru harus mempunyai kecakapan-kecakapan abad 21.

Menurut Anies Baswedan (2016), Kompetensi yang dituntut dari generasi abad 21 adalah kemampuan berfikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Karena itu ada tiga komponen utama mendasar untuk mewujudkan agar siswa memiliki kecakapan atau ketrampilan abad 21, maka guru harus memiliki ;

Pertama. Karakter, yang terdiri dari karakter moralitas (iman, takwa, jujur, amanah, sopan santun,rendah hati dll) dan karakter kinerja (kerja keras, ulet, tangguh, tanggung jawab, disiplin, gigih, taidak mudah menyerah, tuntas, dll). Dengan karakter moralitas seorang guru akan menjadi role model sekaligus ke teladanan bagi semua peserta didiknya. Sedang dengan karakter kinerja akan menunjang setiap aktivitas dan kegiatan yang dilakukannya, baik ketika pembelajaran di kelas maupun di luar.

Kedua. Kompetensi, yaitu sikap kritis, kreatif, inovatif, kolaboratif dan komunikatif. Dengan kompetensi tersebut, agar guru mampu menghantarkan dan mendorong para peserta didik untuk menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan perubahan zaman.

Ketiga. Literasi, guru harus melek dalam berbagai bidang. Setidaknya mampu menguasai literasi dasar seperti literasi finansial, literasi digital, literasi sains, literasi kewarnegaraan dan kebudayaan.

Sedang guru profesional selain memiliki empat kompetensi tersebut di atas, menurut Prof. Dr. Haris Supratno memiliki ciri-ciri profesional sebagai berikut ;

1.Memiliki wawasan global holistic. 2. Memiliki daya ramal ke depan. 3. Memiliki kecerdasan, kreatifitas dan Inovasi. 4. Memiliki kemampuan bermasyarakat 5. Menguasai IPTEK. 6. Memiliki jiwa dan wawasan kewirausahaan. 7. Memiliki akhlakul karimah. 8. Memiliki keteladanan. 9. Bekerja secara efisien dan efektif. 10. Menguasai bahasa asing.

Sedang menurut (Tilar, 1998): Guru abad 21 memiliki ciri-ciri sebagai berikut ; 1). Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang. 2). Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik. 3). Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. 4). Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan. 5). Menguasai subjek (kandungan kurikulum). 6). Mahir dan berketrampilan dalam pedagogi. 7). Memahami perkembangan murid-murid dan menyayangi mereka. 8). Memahami psikologi pembelajaran (cognitive psychology) 9). Memiliki kemahiran konseling

Mengingat permasalahan yang dihadapi di abad 21 akan semakin rumit dan kompleks, seorang guru tidak seharusnya yang penting sudah menyampaikan pembelajaran (transfer of knowledge), tetapi juga harus mendidik dengan memberi keteladan, dan menanamkan nilai (transfer of value) dan ketrampilan hidup (transfer of life skill).

Selain itu, guru harus selalu mengup grade keilmuaannya sesuai dengan ciri-ciri yang dibutuhkan di abad 21, berpikir positif, dinamis, aktif, kreaktif, dan inovatif agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Sehingga dapat menghantarkan murid-muridnya mempunyai SDM unggul, berkompeten dan kompetitif baik di kancah nasional maupun global. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka berlakulah seleksi alam, pelan tapi pasti guru itu akan terpinggirkan.

———– *** ————-

Rate this article!
Tantangan Guru di Abad 21,5 / 5 ( 1votes )
Tags: