Tantangan Spirit Kartini

foto ilustrasi

Iring-iringan anak dan remaja perempuan, murid SD hingga SLTA, dengan kostum daerah, tidak nampak tahun ini. Peringatan Hari lahir Raden Ajeng Kartini, diselenggarakan dengan keprihatinan masa pandemi. Tetapi kalangan pejuang pegiat perempuan selalu memiliki cara mem-bahagia-kan kaumnya. Walau hanya dengan frasa kata sederhana, “ayo bangun.” Tetapi setiap kata perempuan yang kuat, selalu memiliki daya besar bagai pembangkit spiritual.

Bahkan setiap lelaki yang kuat selalu membutuhkan ujaran sederhana kaum perempuan. Namun banyak pula perempuan, melupakan daya besarnya, memilih sebagai insan tak berdaya. Sampai peringatan hari Kartini ke-57 tahun (2021) ini, masih banyak perempuan menjadi incaran berbagai tindakan kriminal, sampai diskriminasi. Serta gerakan sectarian anti emansipasi. Sehingga di seluruh dunia, masih diperlukan peraturan anti-diskriminasi terhadap perempuan.

Padahal pada tahun 1979 (40 tahun lalu) telah diterbitkan kesepakatan internasional berupa konvensi kesamaan perempuan. Wajib ditaati seluruh negara di dunia. Indonesia meratifikasi (bukti persetujuan) CEDAW, melalui UU Nomor 7 tahun 1984. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merumuskan CEDAW (Convention on the Elimination of all Forms of Discrimantion Against Women) sebagai payung hukum perlindungan perempuan. Agar perempuan di seluruh dunia dapat berpartisipasi memajukan masyarakat.

Pembangunan martabat ke-manusia-an berbasis keluarga, tak bisa lepas dari peran perempuan. Secara mayoritas, perempuan men-dominasi peran pengelolaan keluarga, sebagai ibu rumahtangga, maupun asisten rumah tangga. Ironisnya, berdasar data WHO (World Health Organization, Badan Kesehatan Dunia PBB), hingga kini sekitar 140 juta perempuan menjadi korban tindak kekerasan. Di India, dan Indonesia, diskriminasi terhadap perempuan masih berlanjut-lanjut.

Di negara-negara paling demokrasi (Amerika dan Eropa), perempuan masih diragukan untuk menerima jabatan publik (politik). Baru pertama kali dalam Pilpres Amerika tahun 2020, menyertakan perempuan menjadi duet pucuk pimpinan. Senator dari Kalifornia, Kamala Hariis (keturunan muslim India) menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat. Pada belahan dunia yang lain, di Palestina, dua perempuan (non-muslim pula) menjadi Walikota di dua kota mayoritas muslim.

Terbukti, aktifis perempuan, masih menjadi andalan rakyat. Memiliki martabat sosial sangat tinggi, bagai ibu yang selalu mengasuh anak. Di Indonesia (dan adat suku-suku) juga memiliki penghormatan terhadap perempuan. Ditambah pencerahan agama, perempuan menjadi garda terdepan aspek pendidikan (untuk kemajuan bangsa). Berbagai istilah (perempuan, wanita, dan wadon) memiliki makna strategis. Kata wadon (dari kata wadul), berarti tempat meng-hiba (curhat).

Perempuan biasanya selalu memiliki solusi berbagai permasalahan. Agama menempatkan perempuan sejajar dengan laki-laki. Banyak ayat-ayat dalam kitab suci, mewajibkan perilaku hormat dan santun kepada kaum ibu. Bahkan ratusan hadits Nabi SAW, memberi status “nomor satu” kepada perempuan. Misalnya, dinyatakan bahwa perempuan adalah al-madrasah al-ula (pendidik awal) seluruh manusia.

Pada tataran agama banyak dikisahkan perempuan pejuang sangat gigih. Termasuk istri Fir’aun (bernama Asiyah). Bahkan dalam sejarah Islam, banyak pula perempuan menjadi pemimpin pasukan (tentara). Emansipasi, telah menjadi bagian dari kodrat perempuan. Emansipasi, bukan skenario yang dipaksakan. Emansipasi, juga bukan sekedar indeks untuk mengukur penghargaan kepada perempuan. Tetapi harus diakui pula, banyak perempuan melakukan “banting harga.”

Emansipasi, telah menjadi bagian dari kodrat perempuan. Emansipasi, bukan skenario yang dipaksakan. Emansipasi, juga bukan sekedar indeks untuk mengukur penghargaan kepada perempuan. RA Kartini, berani “menjebol” kungkungan tradisi, dan kolonialisasi. Maka “Kartini” masa kini, patut menteladani RA Kartini. Peduli lingkungan (sosial) sekitar, berani bersaing merebut peran strategis. Sekaligus mencegah eksploitasi perempuan dengan dalih emansipasi dan kesetaraan gender!

——– 000 ———

Rate this article!
Tantangan Spirit Kartini,5 / 5 ( 1votes )
Tags: