Targetkan Semua Perpustakaan Sekolah Kota Batu Terakreditasi Nasional

Sejak duduk di bangku SD, peserta didik membutuhkan literatur yang memadai dalam upaya mengembangkan diri.

Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berupaya memperbaiki dan mengembangkan fasilitas dan ketersediaan buku bacaan untuk anak didik. Hal ini dibuktikan dengan terakreditasinya delapan perpustakaan sekolah di Kota Batu oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Pemkot mentargetkan 10 perpustakaan sekolah lainnya mendapatkan akreditasi serupa.
Bulan Januari lalu, Perpusnas telah mengirimkan pengumuman hasil kajian Lembaga Akreditasi Perpustakaan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kota Batu. Hasilnya delapan perpustakaan sekolah di kota ini berhasil mendapatkan akreditasi sebagai perpustakaan yang telah memenuhi standar yang telah ditetapkan nasional.
“Dari delapan perpustakaan itu, tiga diantaranya mendapatkan akreditasi A, dan lima perpustakaan lainnya mendapatkan akreditasi B,” ujar Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kota Batu, Retno Probowati, Minggu (31/1).
Tiga perpustakaan sekolah yang mendapatkan nilai A yakni, SDN Junrejo 01, MTS Negeri Batu, dan MAN Batu. Kemudian lima perpustakaan sekolah yang mendapatkan nilai B yakni, SDN Oro-Oro Ombo 02, SDN Sisir 03, SDN Tulungrejo 04, SMPN Negeri 02 dan SMPN Negeri 03.
“Sertifikat akreditasi selanjutnya akan dikirimkan ke masing – masing sekolah pada awal Februari besok (saat ini),” tambah Restno.
Retno menjelaskan, akreditasi perpustakaan sekolah merupakan hal penting. Hal ini untuk mengukur kualitas penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan berdasarkan standar nasional yang ditetapkan.
Ada enam komponen penilaian untuk standar perpustakaan sekolah. Di antaranya, jumlah koleksi buku harus lebih dari seribu item, dan telah mencukupi kebutuhan siswanya. Kemudian telah tersedia sarana dan prasarana seperti komputer untuk melihat katalog yang ada, ketersediaan SDM untuk pelayanan, pengelolaan dan inovasi.
Selain itu, penilaian lainnya yang tidak kalah penting yakni terkait administrasi jalannya perpustakaan sekolah. Seperti adanya pendataan sirkulasi peminjaman buku, kemudian buku induk koleksi buku, buku induk anggota, adanya buku kunjungan.
Ditambahkan Retno, dengan meraih akreditasi delapan perpustakaan ini merupakan prestasi yang menggembirakan. Sebab pada tahun – tahun sebelumnya yang terakreditasi tak sebanyak saat ini.
Pada tahun 2019 lalu, yang terakreditasi dengan mendapatkan nilai B hanya SDN Punten 02 dan SMPN 01 Batu. Dan tahun sebelumnya hanya SMAN 01 Batu yang terakreditasi.
Pada tahun 2021 ini, Disperpusp bakal mengajukan 10 perpustakaan sekolah lagi untuk didaftarkan mengikuti sertifikat akreditasi. Namun dia belum bisa menyebutkan sekolah mana saja yang akan diajukan. Hanya saja untuk bisa dapat akreditasi yang baik maka dibutuhkan persiapan dengan waktu yang panjang. [nas]

Tags: