Tari Wayangan Raih Penyaji Terbaik Jatim

Purnomo (kiri) dengan piala yang diraih berpose bersama Bupati Fadeli dan Kadisbudpar Eko Priyono. [suprayitno/bhirawa]

Purnomo (kiri) dengan piala yang diraih berpose bersama Bupati Fadeli dan Kadisbudpar Eko Priyono. [suprayitno/bhirawa]

Lamongan, Bhirawa
Lamongan selama ini sudah dikenal sebagai gudangnya kreativitas seni dan budaya sejak moncernya kreasi tari boran menjadi juara umum pada Parade Tari Nusantara tahun 2007 silam. Kini kreasi Tari Wayangan sukses merebut dua penghargaan sekaligus di level Jawa Timur.
Dituturkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Lamongan Eko Priyono melalui Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni, Tari Wayangan sukses menggondol penghargaan sebagai Penyaji Terbaik dan Penata Tari Terbaik.
Dua penghargaan itu diraih saat Festival Karya Tari dan Festival Lagu Daerah Se-Jawa Timur yang dilangsungkan di Surabaya pada 3 Mei lalu. “Di bawah bimbingan Bapak Bupati Fadeli, bukan hanya Tari Wayangan, duta Lamongan juga berhasil meraih Penghargaan Penyajian Unggulan untuk festival lagu daerah, ” imbuh dia.
Lebih lanjut disebutkan olehnya, kreator di belakang Tari Wayangan adalah mereka yang juga membawa tari Boran ke ajang nasional. Yakni Ervin dan Ratna sebagai sebagai peñata tari, Purnomo dan Ninin sebagai peñata musi serta Tri Krisyiani sebagai peñata rias busana.
Dijelaskan secara terpisah oleh Purnomo, Tari Wayangan yang dibawakan oleh tujuh penari perempuan ini menggambarkan sebuah pagelaran wayang yang merupakan bayangan kehidupan manusia di dunia. Sehingga itulah para penyaji Tari Wayangan menggunakan media gunungan yang biasa digunakan saat pementasan wayang kulit.
“Wayang memiliki filosofi yang sangat mendalam terhadap kompleksitas kehidupan manusia di dunia dengan segala aspek dan dinamikanya. Kesenian ini juga sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Lamongan. Sehingga diangkat dalam sebuah tari kreasi agar tidak dilupakan oleh generasi sekarang,” tutur Purnomo.
Lebih lanjut dijelaskan olehnya, setiap gerakan dalam Tari Wayangan menggambarkan tatanan, tuntunan dan tontonan serta nilai-nilai ketaatan, religi, kebersamaan dan solidaritas yang disiratkan melalui Wayang. [yit]

Tags: