Tawarkan Jalan Layang di JLU Kota Pasuruan

Kawasan hutan mangrove di Kelurahan Tambaan, Kota Pasuruan yang direncanakan masuk lokasi JLU Kota Pasuruan, Rabu (7/4). Karena melewati kawasan hutan lindung ditawarkan pembangunan jalan layang.

Kota Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan tengah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk pembebaskan lahan jalan lingkar utara (JLU) Kota Pasuruan. Koordinasi ini dilakukan akibat kemungkinan perubahan trace di section dua. Sehingga, lintasan yang akan dilewati nanti melalui kawasan hutan mangrove. Khususnya di kawasan Kelurahan Tambaan.

Kabid Bina Marga di Dinas PUPR Kota Pasuruan, Akung Novajanto menyatakan Pemkot Pasuruan mengacu pada Perda Jawa Timur No. 1/2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil atau RZWP-3. Di dalam regulasi itu, ada batasan-batasan terkait pembangunan di kawasan hutan lindung.

Solusinya adalah pihaknya tengah berupaya mendapatkan izin agar pembangunan JLU yang melintasi kawasan hutan mangrove bisa direalisasikan. Khususnya pada Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Penanaman Modal dan PTSP.

“Khawatirnya apabila pembangunan total, bisa merusak kawasan hutan lindung. Makanya, kami menawarkan bisa dengan pembangunan jalan layang. Jika perizinannya itu sudah selesai, baru kami ajukan penloknya,” ujar Akung Novajanto, Rabu (7/4).

Sekadar diketahui, pembebaskan lahan seluas 16 hektare untuk kebutuhan pembangunan JLU sepanjang 10 kilometer.

Pembebasan lahan JLU Kota Pasuruan direncanakan ada 4 section. Pada section 1 dan 4 berada diujung, untuk section 2 dan 3 berada ditengah. Terinci, section 1 masuk di Kelurahan Karangketug dan Gadingrejo, section 2 ada sebagian yang masih di Kelurahan Gadingrejo, Tambaan dan Ngempakrejo. Untuk section 3 di Kelurahan Mandaranrejo, Panggungrejo, Tapaan, Kepel. Lalu pada section 4 berada di Kelurahan Blandongan.

Pemkot Pasuruan sudah mengumpulkan tabungan dana cadangan mencapai Rp 60 miliar. Besaran dana itu untuk menyelesaikan pembebasan lahan.

“Hingga saat ini, baru sekitar 25 persen bidang lahan yang sudah dibayar. Itu sudah milik Pemkot Pasuruan,” kata Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko.

Pemkot Pasuruan akan menyelesaikan pembebasan lahan seluruhnya tahun 2021 ini. Aatau tepat dengan berakhirnya masa Perda Dana Cadangan. “Pembebasan lahan tahun ini diproyeksikan sekitar Rp 50 miliar,” urai Gustap Purwoko. [hil]

Tags: