TDL Naik, Profit Hotel Terancam Turun

7-lobby-hotelSurabaya, Bhirawa
Kenaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 20 persen menjadi kendala besar bagi dunia perhotelan. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan menurunkan profit. Karena listrik menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi bisnis hotel.
“Komposisi listrik hotel kurang lebih 15 sampai 20 persen sedangkan energi sampai 25 persen berupa listrik, air, gas  dan BBM jadi kalau ada kenaikkan TDL sampai 20 persen berarti akan ada biaya tambahan sekitar 10-20 persen secara keseluruhan,” ungkap General Manager Bisanta Bidakara Hotel Surabaya-M Soleh, Selasa (6/5).
Ia menambahkan, padahal harga jual hotel saat ini sangat ketat dan semakin menurun sehingga menggurangi profit hotel, disamping itu okupansi juga menurun sebab penawaran (supply) banyak sedangkan Permintaan (demand) tetap. Jadi kenaikkan supply kurang lebih 30-40 persen dan demand hanya naik 5-10 persen sehingga membuat profit yang kita dapat turun.
Sedangkan biaya operasional seperti UMK, TDL, BBM dan air naik sekitar 20 persen ditambah lagi kebutuhan pokok yang juga mengalami kenaikkan sekitar 50-70 persen. “Jadi biaya operasional otomatis mengalami kenaikkan 30 persen ini yang membuat profit kita turun,” ujarnya.
Untuk mengatasi kenaikkan tersebut serta menjaga agar profit hotel tidak terlalu turun maka diadakan beberapa efisiensi seperti mengendalikan sektor energi seperti mematikan lampu lobby saat menjelang tengah malam dan mematikan salah satu lift saat siang dan malam.
“Efisiensi harus kita lakukan sebab hotel itu fluktuatif kadang ramai kadang juga sepi yang terpenting tidak menganggu pelayanan bagi tamu hotel selain itu juga efisiensi bagi karyawan juga dilakukan dengan mengatur ulang jadwal karyawan sehingga bisa menggurangi beberapa fasilitas seperti penggunaan listrik dan juga makan karyawan,” katanya.
Sementara itu Garden Palace Hotel (GPH) sudah mengantisipasi kenaikkan TDL sejak Januari 2014 lalu. Adapun langkah penghematan yang dilakukan adalah mengganti bohlam lampu serta peralatan listrik lainnya yang memakai listrik besar.
“Sejak Pebruari 2014 kami juga sudah menyiapkan save energy dimana setiap departemen GPH harus bisa menghemat penggunaan listrik itu sendiri karena mereka yang tahu seberapa besar tiap departemen menggunakan listrik itu sehingga pemakaian listrik akan mereka kontrol sendiri,” pungkas Marketing Communication Manager Garden Palace Hotel-Setyawan Nanang.
Selain itu juga dilakukan lomba penghematan antar departemen dan bagi departeman yang bisa melakukan banyak penghematan maka akan diberikan award berupa uang sebesar Rp 5 juta rupiah. “Dengan adanya lomba antar 9 departemen serta 7 outlet GPH sangat berdampak positif sebab bisa menghemat listrik hingga 60 persen,” tuturnya.
Saat ditanya apakah kenaikkan TDL ini bisa mengganggu profit GPH, ia mengungkapkan kalau dengan jumlah okupansi yang sama, jumlah penghasilan yang sama maka revenue akan berkurang, untuk itu perlu dilakukan adanya efisiensi di semua bidang tidak hanya pamakaian listrik, air akan tetapi juga terhadap keperluan barang seperti penggunaan kertas.
“Jadi penggunaan kertas bisa diganti dengan email dan ini merupakan salahsatu efisiensi bagi barang yang bisa kita lakukan sedangkan dari sisi penghasilan tahun 2014 harus kita naikkan sebesar 20 persen daripada tahun 2013 karena dengan adanya kenaikkan TDL maupun kebutuhan barang yang sudah naik 10 persen sendiri maka minimal kenaikkan 20 persen harus kita capai,” jelasnya. [riq]

Rate this article!
Tags: