Tekan Angka Pelanggaran Lalin, Dishub Situbondo Pasang Trafic Voice Dijalan

Tulus Prijatmadji Kepala Dinas Perhubungan bersama staf saat memantau layar ATCS di lima titik se-Kabupaten Situbondo Kamis (23/12). [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Dinas Perhubungan (dishub) Kabupaten Situbondo terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas di jalan raya Kota Santri Pancasila Situbondo. Salah satunya dengan memasang traffic voice di lima titik Area Traffic Control System (ATCS) di Kabupaten Situbondo. Dengan pemasangan alat ini, setiap pengendara yang melanggar lalu lintas akan terpantau melalui kamera dan pengeras suara.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Situbondo, Tulus Pridjatmaji, penggunaan traffic voice untuk memberikan himbauan kepada para pengendara untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Selain itu, imbuh Tulus, dengan travic voice para pengendara di ingatkan untuk selalu tertib berlalulintas. “Ya dengan travic voice ini kami rutin mengingatkan pengendara roda dua yang kelihatan tidak memakai helm segera memakai helm. Termasuk pengendara mobil yang tidak memakai sabuk pengaman, kami himbau untuk memakai sabuk pengaman,” jelas mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo itu, Kamis (23/12).

Masih kata Tulus, traffic voice merupakan pengendalian lalu lintas berbasis teknologi dengan fungsi utama memantau keadaan lalu lintas melalui kamera dan pengeras suara yang dipasang di titik ATCS. Pemasangan alat ini umumnya dipasang di pertigaan, perempatan atau perliman lampu merah.

Misalnya seperti di simpang tiga jalan Basuki Rahmat Situbondo dipasang ATCS untuk mengontrol pengendara yang melanggar marka maupun pelanggaran lalu lintas yang lain. “Semua pelanggar lalu lintas akan terekam meski orangnya lari. Kami memang tidak berwenang melakukan tilang dan hanya pihak kepolisian yang berhak malakukan tilang,” imbuh mantan Kabag Pemerintahan Pemkab Situbondo itu.

Tulus kembali menambahkan, dengan adanya aplikasi tersebut, pengendara di Situbondo kini belum sepenuhnya merespon. Terbukti, masih ada saja pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas. Seperti tidak mengindahkan rambu-rambu atau tidak menggunakan pengaman helm saat berkendara. “Setelah di beri himbauan melalui ATCS ada yang langsung patuh. Tetapi tidak sedikit juga yang masih melanggar,” imbuh Tulus.

Dari data Dishub Kabupaten Situbondo, terang Tulus, pelaku pelanggaran selain marka jalan, juga banyak yang tidak memakai pengaman helm. Khusus untuk pelanggaran yang lain, imbuhnya, masih belum ditemukan dari pantauan kamera ATCS.

Untuk itu, Tulus menghimbau bagi pengendara untuk selalu berhati-hati di jalan dan mengurangi kecepatan saat berkendara. “Ini tujuannya untuk mengurangi angka kecelakaan. Ya kami hanya mengingatkan mereka secara normatif,” papar mantan Camat Besuki itu.

Yanto, salah satu pengendara mengaku kaget saat melintas di jalan simpang tiga Jalan Basuki Rahmat, Situbondo. Tiba-tiba saja, beber Yanto, saat berhenti di lampu merah ada suara peringatan kepada pengguna jalan. Setelah melihat pengendara lain, aku Yanto, ia sempat bingung karena mendengar suara tapi tidak kelihatan sumber titiknya dari mana. “Ternyata suara himbauan itu terdengar dari pengeras suara yang dipasang ditiang lampu merah,” pungkas Yanto.[awi]

Tags: