Tekan Laju PMK di Lamongan, 74 Vaksinator Bakal Suntikkan 7.000 Vaksin ke Hewan Ternak

Sejumlah 7 ribu dosis vaksin yang dapat bertahan pada suhu 2 – 8 ° Celcius didistribusikan untuk dilakukan penyuntikan mulai Selasa (28/6) ini melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan dengan dibarengi pemberangkatan 74 Vaksinator yang siap bertugas.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan, Bhirawa
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjangkiti ternak khususnya sapi masih mencapai angka 1.827 dari 117.886 populasi ekor sapi di Kabupaten Lamongan.

Tingginya angka tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk bergerak cepat melakukan vaksinasi terhadap ternak yang terpapar.

Sejumlah 7 ribu dosis vaksin yang dapat bertahan pada suhu 2 – 8 ° Celcius didistribusikan untuk dilakukan penyuntikan mulai Selasa (28/6) ini melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan dengan dibarengi pemberangkatan 74 Vaksinator yang siap bertugas.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Lamongan Imam Muhtar menuturkan bahwa sebanyak 7. 000 dosis vaksin PMK akan difokuskan pada jenis sapi perah dan bibit di 8 Kecamatan se Kabupaten Lamongan, khusunya pada desa yang belum terjamah wabah PMK.

“Dari 7 ribu dosis vaksin tersebut saat ini akan kita fokuskan di 8 Kecamatan yang desanya belum banyak terpapar PMK. Dan kita fokuskan pada jenis sapi perah serta sapi bibit,” tutur Imam usai memberikan pembekalan teknis vaksinasi PMK di Knator Disnakeswan Lamongan.

Lebih lanjut Imam menerangkan kegiatan vaksinasi diusahakan akan cepat rampung sebelum Hari Raya Idul Adha sehingga melibatkan puluhan personel.

“Kita perkirakan sebelum tanggal 7 Juli 2022, vaksinasi PMK sudah selesai. Hari ini juga telahkita laksanakan pembekalan teknis vaksinasi PMK. Kita akan melibatkan 70 personel yang terdiri dari Disnakeswan, oragnisasi , dokter hewan yang tergabung di Ikatan Dokter Hewan Indonesia (IDHI) di Lamongan dan dokter hewan muda dari Unair yang sedang PKL. Mudah-mudahan besok pagi teman-teman di lapangan sudah siap semua,” terang Imam.

Vaksin yang diimport dari Perancis ini dikemas dalam 200 ml yang diperuntukkan bagi 100 ekor sapi. Pada pungkasannya Imam mengatakan bahwa untuk kesediaan jatah dosis vaksin PMK selanjutnya masih belum bisa diperkirakan, namun pihak Disnakeswan Lamongan sendiri akan selalu siap dan siaga dalam menerima dan memberikan vaksinasi PMK.

Sementara itu 74 vaksinator diberangkatkan untuk melakukan vaksinasi dengan jumlah total 7 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Lamongan.

Vaksinator yang terdiri dari Dokter Hewan Dinas, Dinas non Dokter Hewan, IB, Dokter Hewan non Dinas, Mahasiswa Universitas Brawijaya, dan Mahasiswa Koas FKH Unair mendapat pembekalan terlebih dahulu di halaman Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan.

Hadir memberikan pembekalan kepada vaksinator Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf, menuturkan lokasi terpilih yang akan dilakukan vaksinasi PMK pada hewan ialah desa yang memiliki populasi sapi tinggi. Lokasi pertama yang akan dituju adalah Desa Bluluk dengan kuota 1.500 dosis vaksin, dan besok dilanjutkan ke Desa Ngimbang, Desa Kedungpring dan Sugio. Pada kesempatan tersebut beliau juga menerangkan tentang mekanisme pemilihan hewan yang akan diberikan vaksin PMK.

“Dalam vaksin hewan kali ini filosofinya kita memilih hewan yang memiliki umur panjang dan sehat, karena yang terpapar harus melalui tahap pemulihan terdahulu, yakni sapi betina dan anak sapi. Karena sapi jantan pasti disembelih saat Idhul Adha besok ini,” terang Pak Bro.

Dokter Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mahendra Prasetya menuturkan bahwa Kabupaten Lamongan masih tergolong aman karena sejumlah 2.294 sapi yang terpapar tersisa 1672 dalam tahap penyembuhan.

“Sudah banyak sapi yang sembuh, dan dengan adanya dosis vaksin ini kita akan melakukan pendataan ulang terkait by name by address,” tuturnya.

Mahendra juga menjelaskan teknis melakukan penyembelihan saat Idul Adha nanti. Yang mana dapat dilakukan dengan mendaftarkan hewan yang akan disembelih untuk mendapatkan surat dari Disnakeswan kemudian akan dilakukan pengecekan langsung oleh Dokter Hewan.

“Untuk Idul Adha nanti diwajibkan setiap hewan yang akan disembelih untuk didaftarkan ke Disnakeswan untuk diberikan surat keterangan dan pemeriksaan langsung,” terang Mahendra. (Aha.Yit.bb).

Tags: