Tekankan Perencanaan Pembangunan Jalan Raya Karangan Nglongsor Dikaji Ulang

Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Sukarudin

Trenggalek,Bhirawa
Komisi III DPRD Trenggalek meminta agar perencanaan pembangunan jalan raya Karangan -Nglongsor tahun ini dilakukan pengkajiam ulang. Pasalnya kondisi jalan yang rusak parah, mengharapkan pembangunannya benar-benar sesuai perencanaan agar menghasilkan jalan yang berkualitas dan tahan lama.

Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Sukarudin menekankan jika melihat dari hasil pemantauannya di lapangan, maka mengharuskan dalam pembangunannya sesuai dengan kondisi saat ini.

“Kami menekankan agar konsultannya nanti turun ke jalan untuk melihat seperti apa kondisi riilnya. Sehingga pembangunannya nanti bisa disesuaikan dengan yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Jika melihat kondisi jalan Karangan-Nglongsor saat ini yang mengalami kerusakan yang cukup parah, dengan lubang besar di beberapa titik yang sangat membahayakan pengguna jalan, baik motor, mobil ataupun kendaraan muatan berat. Sementara itu dalam proses lelang pekerjaan pembangunan jalan Karangan – Nglongsor hampir final, yang proses pembangunannya bisa segera dilakukan.

“kami meminta supaya pengerjaannya nanti bisa dimaksimalkan,”pintanya

Dalam rencana pembangunan jalan Karangan – Nglongsor ini sudah masuk proses lelang sejak awal Januari 2021 dengan nilai anggaran Rp 5 miliar yang sudah mendekati final, maka dalam rangka menjaga kualitas hasil pekerjaan konstruksi, Komisi III DPRD menekankan proses penentuan pemenang lelang pekerjaan barang dan jasa tidak hanya mengacu pada penawar terendah saja.

“Yang perlu diperhatikan juga saat menentukan pemenang lelang pekerjaan nantinya agar tidak hanya mengacu pada penawar saja, karena hubungannya dengan kualitas pekerjaan,” tegasnya.

“Jadi sebelum ditentukan pemenang lelangnya harus dikaji terlebih dahulu, apakah penawarannya masuk akal atau tidak,” imbuh Sukarudin.

Lanjut politisi PKB tersebut mencontohkan dalam kegiatan fisik jalan raya, perencanaan yang diambil harus tepat sehingga kualitas pekerjaan bisa bagus dan awet.Jangan sampai bangunan yang baru saja dibangun justru cepat rusak hanya karena memilih penawar lelang terendah.

“Lebih baik memilih penawar yang mahal tetapi mampu menghasilkan kualitas bangunan yang baik. Ketimbang memilih penawar terendah dengan kualitas bagus yang buruk. Namun, kalaupun ada penawar terendah dan mampu memberikan kualitas pekerjaan yang baik serta sesuai perencanaan, kenapa tidak dimanfaatkan saja. Yang jelas, kami mewakili masyarakat Trenggalek menginginkan kualitas pekerjaan yang baik, awet dan bisa memuaskan,” pungkasnya (wek).

Tags: