Tengah Malam, Gubernur Jatim Pimpin Normalisasi Kali Butung

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memimpin langsung upaya normalisasi Kali Butung di Kecamatan Waru, Sidoarjo, Selasa (21/1) malam. Kegiatan itu juga dihadiri Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Kepala BPBD Jatim Subhan Wahyudiono dan Koloner (Mar) Citro. [Humas pemprov jatim]

Pemprov Jatim, Bhirawa
Upaya normalisasi sungai terus digiatkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Seperti tak kenal lelah, Khofifah bahkan turun langsung saat bersih-bersih Kali Butung di Kecamatan Waru, Sidoarjo pada Selasa (21/1) malam.
Kerja keras Gubernur Khofifah kali ini didukung Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Kepala BPBD Jatim Subhan Wahyudiono dan Koloner (Mar) Citro. Aksi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat sehingga peka terhadap pentingnya kebersihan sungai bagi kesehatan dan keselamatan. “Dengan membersihkan kali, secara tidak langsung mencegah kemungkinan meluapnya air ketika intensitas hujan tinggi,” ujar Gubernur Khofifah.
Khofifah pun melihat dari dekat kondisi Kali Butung yang cukup banyak sampah. Saat dilakukan pengerukan oleh BPBD Jatim dan Marinir serta relawan, berbagai jenis sampah menghambat aliran sungai, seperti kayu dengan ukuran besar yang cara mengambilnya pun harus menggunakan upaya khusus.
Selain itu, tanaman enceng gondok yang rapat, sampah rumah tangga, kasur, sofa, TV yang tidak terpakai, bangkai hewan yang tersangkut di jembatan dan sebagainya. “Banyaknya hambatan seperti ini menyebabkan aliran sungai tersumbat. Dengan demikain, kemungkinan terjadinya banjir yang semakin besar,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah memberikan sejumlah pesan kepada Pemkab Sidoarjo, antara lain agar merapikan daerah bantaran sungai di wilayahnya. Sebagai contoh, di Kali Butung tidak ditemui bantaran sungai dan berbatasan langsung dengan pemukiman warga. “Kalau ini dibiarkan, maka saat normalisasi akan kesulitan. Maka, bantaran sungai harus segera dirapikan,” pintanya.
Gubernur Khofifah juga mengimbau agar dilakukan langkah preventif agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai. Masyarakat juga diajak untuk menjadikan sungai menjadi beranda depan rumah. Sehingga, dengan menjadikan sungai sebagai beranda depan rumah, maka masyarakat akan berusaha untuk terus menjaga kebersihannya.
Selain itu, Khofifah juga meminta kepada Plt Bupati Sidoarjo yang agar melakukan penertiban bagi masyarakat yang hidup di bantaran sungai. Mereka perlu mendapatkan solusi, salah satunya dengan relokasi atau pindah ke rumah susun. Apabila disepakati, pihaknya akan melakukan penghitungan secara rinci kebutuhannya, termasuk didalamnya jumlah unitnya dengan kementerian PUPR.
Kegiatan bersih-bersih Kali Butung juga didasari karena peringatan BPBD Jatim tentang titik-titik yang wajib diwaspadai saat terjadinya hujan dengan intensitas tinggi. Apabila sampah Kali Butung tidak segera dibersihkan, saat terjadi hujan akan terjadi banjir sampai di Bandara Internasional Juanda. Oleh sebab itu, dengan terlibatnya TNI AL dari kesatuan marinir dan berbagai relawan sangat membantu Pemprov Jatim dalam normalisasi sungai.
“TNI AL Marinir luar biasa dalam upaya membantu dan ikut langsung melakukan normalisasi sungai, dimana mengerahkan banyak pasukan untuk membersihkan sungai yang sulit dijangkau eskavator. TNI AL Marinir juga mengerahkan alat berat yang tentunya mempercepat normalisasi sungai,” tambahnya. [tam]

Tags: