Tentukan Kuota SNMPTN Sejak Awal, Sekolah Diminta Siapkan Siswa Eligible

Ada Beberapa Perubahan, LTMPT Rilis Mekanisme SNMPTN-SBMPTN 2021
Surabaya, Bhirawa
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) merilis mekanisme SNMPTN – SBMPTN tahun 2021 secara virtual melalui siaran Youtube, Senin (4/1). Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini penentuan kuota siswa eligible (yang boleh) mendaftar SNMPTN bisa diketahui sejak awal. Maka diharapkan sekolah bisa menyiapkan berapa siswa yang eligible.
“Ini perbedaaan dasar SNMPTN di tahun ini. Kalau tahun – tahun sebelumnya, semua (data) siswa dimasukkan lebih dulu. Pada proses berikutnya kami harus cut berdasarkan akreditasinya dan sebagainya. Tapi tanggal 28 Desember 2020 lalu kami sudah mengumumkan kuota setiap SMA dan jumlah kuota setiap juruasan di setiap sekolah. Sehingga kami hanya mengolah data siswa yang eligible saja untuk tahun ini. Sedangkan jumlah selebihnya akan ditunggu di pendaftaran UTBK-SBMPTN,” ujar Ketua LTMPT, Prof Moh Nasih.
Tekait kuota SNMPTN 2021, bisa dilihat di www.ltmpt.ac.id. Kuota itu didasarkan pada data yang diambil dari Pusdatin Kemendikbud per tanggal 23 Desember 2020. Iapun merinci mengenai kuota di tiap sekolah, dapat dilihat ke laman LTMPT.ac.id, kemudian pilih SNMPTN kemudian pilih kuota sekolah, pilih provinsi dan kabupaten atau kota wilayah sekolah berada. Selanjutnya akan muncul jumlah kuota yang tersedia.
“Untuk cara sanggah dan perbaikan bisa diakses melalui vervalsp.data.kemdikbud.go.id menggunakan akun operator sekolah masing – masing hingga 15 Januari 2021 mendatang,” katanya.
Jika pemutakhiran data sekolah sudah benar, maka sekolah akan diminta login ke laman portal.ltmpt.ac.id menggunakan akun sekolah mulai 4 Januari 2021.
Perbedaan lainnya dalam pendaftaran SNMPTN – SBMPTN, dikatakan Prof Nasih yakni adanya integrasi Politeknik, D4 dengan PTN. Di mana Politeknik dan D4 di beberapa perguruan tinggi akan mengikuti SNMPTN dan SBMPTN. Siswa juga bisa memilih jurusan di institute, D4 atau Politeknik secara bersamaan.
“Bagi lulusan SMK yang memilih Politeknik dengan jurusan yang serumpun maka akan diberikan bobot lebih di indeks sekolah untuk, Sehingga peluang masuknya lebih tinggi,” jelasnya.
Integrasi SNMPTN-SBMPTN juga berlaku bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dibawah Kemenag. Prof Nasih menjelaskan, jika PTKIN sepenuhnya mengikuti mekanisme SNMPTN, maka di SBMPTN dan jalur Mandiri harus mengikutsertakan jurusan yang ada.
“Misalnya di jurusan Ekonomi Islam, SNMPTN 10% dan SBMPTN 20% dan mandiri dilakukan sendiri kita (LTMPT) tidak mau. Jadi integrasinya harus konsisten,” jabarnya.
Sementara itu, lanjut Prof Nasih, nilai rata – rata TPS tahun 2020 juga akan masuk point penting indeks sekolah untuk menentukan peluang siswa masuk di perguruan tinggi yang dituju. Pasalnya, di tahun sebelumnya jalur SNMPTN banyak menggunakan prestasi dari siswa. Jika begitu, maka peluang akan lebih banyak bagi sekolah yang mempunyai siswa yang ada di perguruan tinggi tersebut.
“Maka kita inisiasi salah satu point penting indeks sekolah di nilai rata-rata TPS kemarin. Meskipun ada SMA belum masuk Unair misalnya, atau PTN lain tapi nilai TPS nya berada di 10 terbaik di tahun sebelumnya maka punya peluang yang sama. Tentu mempertimbangkan faktor lain, seperti afirmasi atau kondisi wilayah siswa,” jelasnya. [ina]

Jadwal UTBK-SBMPTN
Registrasi Akun LTMPT (7 Februari-12 Maret 2021)
Pendaftaran UTBK-SBMPTN (15 Maret-1 April 2021)
Pelaksanaan UTBK Gelombang I (12-18 April 2021)
Pelaksanaan UTBK Gelombang II (30 April-2 Mei 2021)
Pengumuman Hasil Seleksi SBMPTN (14 Juni 2021 pukul 15.00 WIB)

Tags: