Terdakwa Terpapar Covid-19, Sidang Putusan Sekda Nonaktif Ditunda

Sidang putusan kasus pengancaman Sekda nonaktif terhadap mantan Kepala BKD di tunda. Tampak terdakwa tak hadir, karena terkonfirmasi Covid-19. [Ihsan Kholil/Bhirawa]

Bondowoso, Bhirawa
Sidang kasus pengancaman Sekretaris Daerah (Sekda) nonaktif Bondowoso Syaifullah, S.E, M.Si terhadap mantan Kepala BKD Alun Taufana, telah memasuki tahap terakhir yakni sidang putusan.

Namun terdakwa tak hadir dalam sidang yang dilangsungkan di Ruang Media Center Pengadilan Negeri Bondowoso pada, Rabu (2/12) di karenakan sakit.

Penasihat Hukum Sekda nonaktif, Husnus Sidqi mengatakan bahwa Syaifullah tak hadir dalam sidang karena sakit. Hal itu sesuai keterangan kesehatan dari Rumah Sakit setempat.

“Saifullah dalam keadaan sakit. Oleh sebab itu, ia tak bisa hadir.Hanya disampaikan sakit di dalam keterangan dokter. Butuh istirahat 10 hari,” kata Husnus.

Husnus menerangkan, akan ketidakhadiran terdakwa, maka sidang ditunda pada tanggal 14 Desember mendatang. “Hadir tidak hadir kita tetap akan dibacakan pada tanggal 14 itu,” urainya.

Menghadapi sidang putusan pengadilan tersebut, Husnus mengaku bahwa ia telah menyiapkan semuanya hingga tahap sidang pledoi dan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yang mana selebihnya, dia menyerahkan kepada majelis hakim sepenuhnya yang berhak menilai dan mempertimbangkan semua persidangan.

“Kita tunggu saja putusannya. Kita kan tidak bisa mendahului putusan,” tandas Husnus. Sementara itu, Plt. RSUD Koesnadi, Yus Priatna membenarkan bahwa Sekda nonaktif Syaifullah saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Koesnadi karena positif Covid-19.

“Terkonfirmasi positif sejak tanggal 27 November,” kata Yus Piatna. Akan tetapi, untuk saat ini kondisi kesehatan Syaifullah saat ini baik-baik saja. Bahkan sudah mulai membaik. Kendati demikian, Syaifullah harus menyelesaikan masa karantina hingga hari Minggu mendatang.

“Sudah membaik. Harus karantina selama 10. Ada tambahan 1 sampai 2 harilah,” ujarnya. Menurutnya, Syaifullah diketahui tertular dari istrinya. Untuk anggota keluarga yang lain telah dinyatakan negatif.

“Dari istri beliau kayaknya. Sudah membaik sudah sehat. Ya sama-sama dirawat,” pungkasnya. Diketahui sebelumnya, ancaman Saifullah ditujukan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah ( BKD), Alun Taufana terkait pelantikan pejabat di Pemkab Bondowoso. Ancaman itu membuat Alun mengundurkan diri dari jabatannya.

Dugaan pengancaman itu terjadi sebelum pelantikan Syaifullah sebagai Sekda. Saat itu, Syaifullah menilai BKD lambat dan tidak mengindahkan perintah Bupati tentang pelantikannya. Syaifullah disebut mengancam akan memecat dan memenjarakan Alun Taufana, bahkan hingga pembunuhan. [san]

Tags: