Terdampak Pandemi, Nilai Investasi Kota Batu Hanya Rp74 Miliar

Meskipun mengalami kelesuan akibat pandemi, pariwisata masih tetap menjadi sektor andalan untuk mengembalikan perekonomian masyarakat.

Kota Batu, Bhirawa
Besarnya pengaruh pandemi Covid-19 sehingga menurunkan nilai investasi yang masuk di Kota Batu. Sampai saat ini (akhir September), nilai investasi yang dikucurkan di Kota Batu hanya mencapai Rp 74 miliar. Padahal di bulan yang sama di tahun lalu, nilai investasi yang masuk mencapai Rp 120 miliar.

Kabid Penanaman Modal DPMPTSPTK Pemkot Batu, Bambang Supriyanto menjelaskan bahwa kelesuan ekonomi di masa pandemi membuat tingkat investasi merosot. Ia menyebutkan nilai investasi yang dicapai pada September 2019 lalu mencapai Rp 120 miliar. “Dan secara keseluruhan pada 2019 lalu, nilai investasi terealisasi Rp 177 miliar dari target Rp 400 miliar,” ujar Bambang, Senin (5/10).

Ia menjelaskan bahwa ada tiga sektor yang menjadi andalan dalam peningkatan nilai investasi di Kota Batu. Yaitu, sektor pariwisata, pertanian dan UMKM. Namun dengan situasi pandemi ini, sektor real estate menjadi realisasi tertinggi dibandingkan dengan sektor lainnya. Yakni, mencapai Rp 35 miliar.

Untuk mendapatkan data realisasi yang akurat dari yang ditetapkan pemkot, kata Bambang, pihaknya pro aktif untuk menjemput bola dalam memberikan pelayanan kepada perusahaan untuk melaporkan nilai investasinya. Terutama kepada perusahaan dengan nilai investasi Rp 500 juta ke atas.

DPMPTSPTK juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha melaporkan pertumbuhan nilai investasi usahanya. Hal ini dengan melakukan visitasi sebagai bagian dari pelayanan yang diberikan. Langkah ini cukup memberikan hasil dengan ditunjukkan adanya peningkatan laporan.

“Kami jemput bola, melayani dan mengarahkan agar pelaku usaha melaporkan nilai investasi. Jika di bulan September 2019 hanya 70 yang membuat pelaporan, maka di bulan September tahun ini meningkat menjadi 94 pelaporan,” jelas Bambang.

Saat ini, lanjutnya, perusahaan bisa membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara online, melalui online submission system (OSS). Adapun bagi mereka yang belum bisa mengisi secara online, tetap bisa melaporkan langung di kantor DPMPTSPTK.

Pemkot juga tetap memberikan sangsi bagi perusahaan yang tidak melaporkan nilai investasinya. Adapun sangsi yang diberikan berupa pembekuan izin usaha. Namun demikian pemkot masih optimis jika tingkat investasi akan mengalami peningkatan hingga akhir tahun 2020. Karena masih ada daftar panjang beberapa perusahaan yang belum melakukan input laporan. Belum lagi, ditambah laporan nilai investasi yang levelnya di bawah Rp 500 juta.[nas]

Tags: