Terima Dana Desa, Kades Jombang Diminta Entas Kemiskinan

Bupati Nyono Suharli saat melantik Kades Sukoiber dan Kades Wangkal Kepuh Kecamatan Gudo kemarin.

Bupati Nyono Suharli saat melantik Kades Sukoiber dan Kades Wangkal Kepuh Kecamatan Gudo kemarin.

Jombang, Bhirawa
Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, meminta kepada Kepala Desa di wilayah Kabupaten Jombang agar turut membantu menangani kemiskinan dan pengangguran di wilayah kelurahan/desanya masing-masing. Caranya, dengan memanfaatkan alokasi dana Rp. 500 juta yang diperuntukkan bagi masing-masing desa.
Demikian disampaikan Bupati saat melantik dua Kepala Desa di Kecamatan Gudo. Rabu (14/1) kemarin, Bupati Jombang didampingi Wakil Bupati Jombang, Hj. Munjidah Wahab, melantik Agus Sutikno dan Agus Basori, sebagai Kepala Desa Sukoiber dan Kepala Desa Wangkal Kepuh, Kecamatan Gudo.
“Kami berharap Kepala Desa yang baru dilantik ini bisa segera menjalankan pemerintahan di tingkat desa dan menyesuaikan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan jombang sejahtera untuk semua,” ujar Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko.
Dijelaskan Bupati Jombang, setiap tahun masing-masing desa menerima dana Rp. 500 juta. Berdasarkan ploting anggaran, dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur Rp. 200 juta, untuk alokasi dana desa (ADD) Rp. 200 juta, serta Rp. 100 juta untuk pendirian dan pengembangan badan usaha di tingkat desa. “Kami berharap dana tersebut dikelola secara baik dan transparan,” katanya.
Nyono Suharli mengungkapkan, turunnya anggaran senilai Rp. 500 juta kepada masing-masing desa, dapat dipergunakan untuk membantu penanganan kemiskinan di desa masing-masing. Dengan peluang itu, dia berharap Kades serius menangani problem kemiskinan dan pengguran di masing-masing desa.
“Dari dana Rp. 500 juta, 40 persen untuk infrastruktur, 40 persen untuk ADD dan 20 persen untuk usaha desa. Kami berharap 20 persen anggaran itu bisa dimanfaatkan untuk membantu menangani kemiskinan, sekaligus membantu mengatasi pengangguran,” paparnya.
Dijelaskan, 20 persen dari dari jumlah dana untuk desa tersebut diantaranya bisa dimanfaatkan untuk membantu warga terbebas dari rentenir. “Di desa, banyak sekali saudara-saudara kita yang terbelit hutang kepada rentenir. Itu yang harus kita bantu. Dengan dana 20 persen dari Rp. 500juta itu, Desa bisa membuat Koperasi atau badan usaha milik desa yang bertujuan untuk membantu warganya agar tidak berhubungan dengan rentenir,” jelas Bupati Jombang. [rur]

Tags: