Terima Kasih dan Mohon Maaf

Whisnu Sakti Buana

Whisnu Sakti Buana
Whisnu Sakti Buana resmi melepas jabatan sebagai wali kota Surabaya pada, Rabu (17/2). Sebelum melepas jabatannya itu, Whisnu yang sebelumnya menjabat wakil wali kota Surabaya ini berpamitan secara langsung dengan kepala OPD (organisasi perangkat daerah) dan camat dilingkungan Pemkot Surabaya.
Acara pamitan yang diselenggarakan di ruang sidang wali kota pada, Selasa (16/2) sore, tersebut berlangsung haru. Apalagi, ketika mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu menghampiri satu persatu pejabat dan ASN yang hadir kala itu.
Dalam kesempatan itu, kata pertama yang dilontarkan Whisnu adalah ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada segenap pejabat dan ASN di lingkup Pemkot Surabaya. Menurutnya, selama enam tahun mengabdi di Pemkot Surabaya, kinerja seluruh jajarannya sangat luar biasa.
“Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran OPD, ASN dan non ASN di Pemkot Surabaya yang telah bekerja luar biasa untuk Surabaya. Saya izin pamit, mohon maaf juga bila selama ini saya ada yang salah, karena apapun manusia hidup pasti ada salah dan dosa,” kata Whisnu.
Selama enam tahun mengabdi di Pemkot Surabaya, Whisnu juga mengaku memiliki kesan tersendiri. Ia menilai, Surabaya telah bertransformasi menjadi kota metropolitan yang berkembang pesat dan mampu sejajar dengan kota-kota besar di seluruh dunia.
“Saya melihat Surabaya memang betul-betul berpacu, berlari untuk mengejar tujuan yang luar biasa untuk rakyat Surabaya. Makanya tidak lagi bicara tingkat regional atau nasional, kita berbicara di tingkat internasional,” kata Whisnu.
Apalagi, dalam dua tahun ke depan, Kota Surabaya menjadi salah venue pelaksanaan Piala Dunia U-20. Bagi Whisnu, ini adalah gelaran yang luar biasa. Ia berharap, dalam jeda 2 tahun ini persiapan yang dilakukan Pemkot Surabaya bisa lebih baik lagi.
“Saya prediksi bulan depan atau April sudah selesai semua persiapan. Kita harapkan jeda 2 tahun ini bisa lebih baik lagi dan kita sebagai tuan rumah memberikan kesan yang luar biasa,” tuturnya.
Meski ke depan Whisnu tak lagi bekerja di lingkup Pemkot Surabaya, namun ia memastikan bakal terus mengabdikan diri untuk warga Kota Pahlawan. Terlebih, selama 6 tahun mengabdi, cukup banyak kesan dan arti pelajaran hidup yang telah dia dapatkan.
“Artinya pengabdian ini tak akan berakhir hanya karena jabatan. Saya akan terus mengabdi buat rakyat Surabaya, dimanapun saya dan apapun posisi saya. Artinya memang hidup ini sudah dari awal saya niatkan untuk sebuah pengabdian untuk manusia, untuk warga Surabaya dan rakyat Indonesia,” pungkasnya. [iib]

Rate this article!
Tags: