Termakan Harga Pakan, Keuntungan Peternak Pas-pasan

Foto: ilustasi

Foto: ilustasi

Pemprov, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim merilis kalau nilai jual sapi potong selama satu tahun pada 2014 rata-rata Rp 5,19 juta/ekor, sedangkan total biaya produksi di rumah tangga dalam setahun rata-rata Rp. 2,96 juta. Jadi keuntungan peternak sapi potong dalam setahun diperkirakan mencapai Rp2,23 juta/ ekor.
Kepala BPS Jatim, M Sairi Hasbullah mengatakan. keuntungan peternak sapi bisa dikatakan pas-pasan. “Kalau peternak sapi potong lebih menginginkan untuk bisa mendapatkan untung besar, maka mereka  harus memelihara lebih dari satu ekor,” katanya.
Menurut Sairi, sebagian besar biaya pemeliharaan sapi potong tersebut digunakan untuk pakan Rp.1,74 juta per ekor per tahun atau 58,92 persen dan biaya pekerja Rp.913 ribu per ekor per tahun atau 30,90 persen.
Selain itu, biaya untuk pemeliharaan kesehatan dan biaya lain-lain masing-masing dalam setahun Rp.70 ribu/ekor atau 2,38 persen dan Rp.117 rib/ ekor atau 3,95 persen, sedangkan sisa biaya yang lainnya adala untuk bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan air.
Dengan nilai produksi per tahun hanya Rp.5,19 juta/ ekor, maka usaha peternakan sapi potong dapat dikatakan memperoleh keuntungan Rp.2,23 juta per ekor per tahun. Karena pada umumnya sebagian kegiatan pengusahaan ternak dilakukan sendiri oleh peternak seperti: mencari rumput dan membersihkan kandang dan pakan ternak tidak membeli, maka keuntungan yang diterima peternak sebesar biaya pemeliharaan dan pakan yang tidak dikeluarkan oleh peternak tersebut.
Agar sapi potong tumbuh baik maka. komposisi hijauan pakan ternak 49,26 persen dari total biaya produksi, sedangkan pakan buatan pabrik dan lainnya 9,66 persen. Pada umumnya rumah tangga usaha peternakan sapi potong memelihara sapi sebanyak 1-2 ekor dengan persentase mencapai 79,52 persen. Sebagian besar atau 68,47 persen diusahakan dengan tujuan pengembangbiakan.
Rumah tangga yang mengusahakan sapi potong dengan cara dikandangkan sebanyak 91,60 persen. Jika dilihat berdasarkan intensitas penjualan, rumah tangga usaha sapi potong yang menjual ternaknya secara tidak rutin mencapai 83,41 persen dari total rumah tangga usaha sapi potong, dengan 55,55 persen diantaranya menjual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rumah tangga peternak tersebut umumnya menjual sapi potong peliharaannya pada 2013 sekitar bulan Juli dan, Agustus sementara pada 2014 sekitar bulan April. [rac]

Tags: