Tersisa Tiga Zona Merah, Jatim on The Right Track

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iriansyah dan Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Jatim, Selasa (21/7).

Polda Jatim, Bhirawa
Kerja keras Pemprov Jatim bersama TNI dan Polisi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 membuahkan hasil. Saat ini hanya tiga daerah yang masuk zona merah yakni Surabaya, Kota Pasuruan dan Gresik.
Hingga saat ini jumlah pasien COVID-19 di Jatim yang sembuh terbanyak di Indonesia. Dengan tambahan 348 pasien yang sembuh, sehingga jumlahnya menjadi 10.065 pasien sembuh atau 53,45%. Sementara itu, ada tambahan pasien positif COVID-19 sebanyak 283 kasus. Data kumulatif pasien Corona di Jatim kini mencapai 18.828. Sedangkan yang masih dirawat tinggal 7.302 pasien atau 38,8%.
Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran mengatakan bahwa saat ini upaya pengendalian Covid-19 sudah on the right track atau sesuai jalurnya. Kalau progress yang sama terus dijaga, maka dalam sebulan ke depan bisa mencapai target tak ada lagi zona merah di Jatim.
“Dalam menghadapi Covid-19 , mari kita terus memperkuat sinergitas. Sekarang tim teknis sudah terbentuk dari hulu ke hilir. Dalam melaksanakan sosialisasi kuratif, pelan tapi pasti, tim gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota diback-up penuh TNI dan Polri. Kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan,” kata Imran saat menggelar pers conference di Mapolda Jatim bersama Gubernur JatimKhofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iriansyah, Selasa (21/7).
Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya terus memperkuat upaya pencegahan Covid-19 berbasis masyarakat. Saat ini di Jatim sudah ada sebanyak 2.091 titik kampung tangguh. Termasuk pengoptimalan testing tracing dan treatment (3T).
Dalam kesempatan itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jumlah pasien yang sembuh ini berkat kerja keras dari seluruh komponen. Mulai dari tenaga medis, Polisi, TNI hingga masyarakat yang patuh pada protokol pencegahan COVID-19. Sehingga hasilnya cukup bagus.
“Ini kerja keras dokter, mereka memgorbankan jiwanya, bukan hanya mengorbankan energinya hingga menyembuhkan 10.065 pasien. Saya rasa kita semua harus menyampaikan terima kasih pada tenaga kesehatan kita rumah sakit yang sudah luar biasa memberikan dedikasi dengan kesembuhan 10.065 pasien,” kata Khofifah Indar Parawansa saat pers conference di Mapolda Jatim, Selasa (21/7).
Pihaknya pun berterima kasih kepada jajaran dari Kapolda Jatim sampai ke bawah dan Pangdam V/Brawijaya ke bawan, serta seluruh dokter tenaga kesehatan yang sangat luar biasa dedikasinya. Ditambah kerjasama dari masyarakat. Sehingga pasien sembuh di Jatim sebanyak 10.065.
Khofifah juga menyebut tambahan ratusan pasien di Jatim saban harinya merupakan buah dari banyaknya rapid test hingga PCR yang dilakukan. “Jatim hari ini tertinggi, tadi yang disampaikan oleh dr Joni, rapid test kita 1 banding 66 penduduk. Kemudian PCR kita 1 banding 380 penduduk. Kalau testing kita masif, tracing yang progresif kemungkinan akan banyak (terdeteksi),” jelasnya.
Dari data yang dihimpun, tambahan 283 pasien positif Covid-19 terbanyak yakni 108 dari Kota Surabaya, 10 dari Bangkalan,1 asal Kabupaten Blitar, 1 dari Bojonegoro,41 asal Gresik, 12 dari Jember, 17 dari Jombang, 4 dari Kabupaten Kediri, 2 dari Lamongan, 7 asal Lumajang, 2 dari Kabupaten Madiun, 3 dari Kota Magetan.
Ada pula 9 pasien positif C Covid -19 dari Malang, 8 asal Kabupaten Mojokerto, 1 dari Pamekasan, 8 dari Kabupaten Pasuruan, 8 asal Sampang, 43 dari Sidoarjo, 13 asal Situbondo, 1 dari Sumenep, 2 asal Tuban, 1 asal.Kota Batu, 17 dari Kota Malang, 11 asal Kota Mojokerto, 3 dari Kota Pasuruan, 2 Kota Probolinggo, dan tambahan 52 dari kasus pending kemarin.
Sementara 348 pasien yang sembuh rinciannya 8 dari Bangkalan, 4 dari Banyuwangi, 2 Kabupaten Blitar, 2 dari Bojonegoro, 28 dari Gresik, 6 asal Jember,18 dari Jombang, 7 Kabupaten Kediri, 1 asal Lumajang, 1 Kabupaten Madiun, 11 asal Kabupaten Magetan, 8 Kabupaten Malang, 13 Kabupaten Mojokerto, 1 dari Ngawi.
Ada pula 12 pasien sembuh dari Pamekasan,8 dari Ponorogo, 82 pasien asal Sidoarjo,20 asal Situbondo, 5 dari Sumenep, 5 asal Trenggalek, 6 dari Tuban, 10 asal Kota Batu, 2 dari Kota Blitar, 2 asal Kota Madiun, 13 asal Kota Malang, 28 Kota Mojokerto,1 dari Kota Pasuruan, 1 Kota Probolinggo, dan 43 pasien asal Kota Surabaya.
Sedangkan untuk pasien yang meninggal bertambah 28 pasien. Sehingga totalnya menjadi 1.461 atau 7,75%. Rinciannya ada 4 pasien sembuh dari Gresik, 1 dari Lumajang, 1 Kabupaten Malang, 3 dari Kabupaten Pasuruan, 2 asal Sidoarjo, 1 asal Tuban, 2 dari Kota Malang,.1 Kota Mojokerto, 1 dari Kota Pasuruan dan 12 pasien meninggal asal Kota Surabaya. Tak hanya itu, pasien suspect COVID-19 di Jatim kini menjadi 7.591.
Sementara Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kesembuhan Jatim yang hari ini tembus 10.065 orang menjadi capaian yang harus diapresiasi semua pihak yang telah berjuang dalam pengendalian Covid-19. “Jatim yang sembuh kumulatif 10.065, kemudian kita lihat kumulatif Jateng yang sembuh 3.590, lalu Jabar 2.349,” ujar Khofifah.
“Itu bukti, usaha keras dari jajaran pangdam ke bawah, kapolda ke bawah, dokter, RS, sudah memberi dedikasikan terbaik sehingga angka kesembuhan sudah mencapai sepuluh ribu orang lebih,” tambahnya.
Sementara itu Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iriansyah berharap tidak ada lagi zona merah di Jatim. ”
“Ini kabar baik. Hasil jerih payah seluruh pihak atas koordinasi dari gubernur, sekarang tinggal tiga daerah yang zona merah. Insya Allah Kota Pasuruan akan segera lepas dari zona merah, sehingga nanti berkurang lagi jadi dua daerah, lalu zona merah di Jatim akan habis,” kata Mayjend TNI Widodo Iriansyah. [bed]

Tags: