Tertarik Pemanfaatan EMT, Media Jerman Interview Wali Kota Madiun

Pemanfaatan gerbong kereta atau Emergency Medical Train (EMT), yang dijadikan sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) di Kota Madiun cukup menarik perhatian banyak kalangan. Seperti media penyiaran publik milik Jerman, Deutsche Welle Indonesia yang melakukan wawancara bersama Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (18/2). [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Pemanfaatan gerbong kereta atau Emergency Medical Train (EMT), yang dijadikan sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) di Kota Madiun cukup menarik perhatian banyak kalangan.

Tak hanya mencuri perhatian media dalam negeri, namun keberadaan EMT juga mendapat sorotan dari media luar. Salah satunya seperti yang dilakukan media penyiaran publik milik Jerman, Deutsche Welle Indonesia yang melakukan wawancara bersama Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (18/2).

Berbagai pertanyaan yang menyangkut penanganan Covid-19 di Kota Pendekar mengemuka, terutama mengenai pemanfaatan gerbong kereta untuk merawat pasien Covid-19 di Madiun.

Wali Kota Maidi pun dengan antusias menjelaskan satu per satu pola-pola penanganan Covid-19 yang diterapkan di Kota Pendekar.

Mulai dari penyemprotan massal yang dilakukan secara berkala, massive tracing yang dilakukan bagi para pedagang di pasar tradisional dan modern, hingga penggunaan kereta sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid-19 yang berstatus OTG.

EMT, kata Wali Kota, memiliki kondisi berbeda. Meskipun bekas gerbong kereta rel listrik (KRL) commuter line di Jabodetabek itu masih berbentuk sama dengan kereta lainnya. Namun, kursi di dalam gerbong sudah diganti dengan bed atau tempat tidur khusus pasien. Dengan kondisi yang berbeda ini, Wali Kota berharap pasien yang melakukan isolasi di EMT bisa lekas sembuh.

”Kalau di ruang isolasi seperti Wisma Haji kami sediakan fasilitas hiburan seperti televisi. Tapi di EMT ini suasananya seperti di dalam kereta. Harapan saya, pasien di sini tidak merasa sedang isolasi. Tapi sedang melakukan perjalanan ke luar kota. Dengan sugesti bahagia ini diharapkan imun semakin meningkat dan pasien lekas sembuh,” jelas Wali Kota.

Sementara itu, reporter Deutsche Welle TV Indonesia Gagah Adamas menyebut, ketertarikannya mengupas pemanfaatan gerbong kereta menjadi ruang isolasi dikarenakan saat ini, rumah sakit lapangan yang menggunakan kereta api belum ada di Indonesia bahkan di dunia.

“Kereta sebagai ruang isolasi ini menarik. Apalagi saya lihat dengan adanya gerbong kereta ini cukup berhasil menurunkan positivity rate dari merah jadi orange, apalagi setelah diberlakukannya PPKM. Maka dari itu kami tertarik untuk mengulik lebih jauh tentang EMT ini,”kata dia. [dar]

Tags: