Thoriqoh Shiddiqiyyah Doakan Keselamatan Indonesia dan Covid-19 Berakhir

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, KH Muchtar Muchti saat acara santunan nasional dan doa bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (03/11).

Jombang, Bhirawa
Jamaah Sholawat Shiddiqiyyah, Pondok Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Losari, Ploso, Jombang mendoakan keselamatan Bangsa dan Negara Republik Indonesia serta mendoakan agar pandemi Covid-19 segera berakhir dari Indonesia.

Doa bersama dilaksanakan di pesantren setempat, Selasa (03/11) pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada acara ini juga dilaksanakan penyerahan sejumlah santunan.

Ketua Umum Dhilaal Berkat Rahmat Alloh (Dibra) Pusat, Nyai Hj Sofwatul Ummah mengatakan, dilaksanakannya santunan dan doa bersama ini atas petunjuk dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, KH Muchtar Muchti, agar terhindar dari kedustaan agama. Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu bentuk cinta terhadap Tanah Air Indonesia.

“Cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan yang tidak kalah penting, adalah kita dianjurkan untuk berkasih sayang,” ujar Nyai Hj Sofwatul Ummah.

Dia menjelaskan, karena saat ini merupakan masa pandemi Covid-19, santunan yang diberikan tetap menggunakan protokol kesehatan seperti dengan menggunakan masker maupun selalu mencuci tangan.

“Tadi di beberapa tempat kita siapkan wastafel beserta sabun dan piranti lainnya,” imbuh dia.

Nyai Hj Sofwatul Ummah berharap, dengan melakukan shodaqoh, semua penyakit ataupun semua gangguan akan hilang.

“Kita berdoa, kita juga usaha secara lahiriah,” tandasnya.

Dikatakannya, doa bersama yang dilantunkan Jama’ah Shiddiqiyyah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, selain ditujukan agar Covid-19 segera berakhir, juga ditujukan agar Tanah Air Indonesia bisa selamat selama-lamanya.

Disinggung lebih lanjut terkait kondisi Covid-19 di Kabupaten Jombang, Nyai Hj Sofwatul Ummah menjawab, Insya Alloh akan baik-baik saja, karena menurutnya, semuanya pasti ada waktunya.

“Tidak mungkin kita akan seperti ini terus, ndak mungkin. Karena Alloh itu menciptakan ada siang ada malam, ada puasa ada hari raya, ada Covid datang, Insya Alloh segera pergi dengan adanya shodaqoh-shodaqoh dan santunan ini,” papar Nyai Hj Sofwatul Ummah.

Ketua Dibra Pusat, Nyai Hj Sofwatul Ummah saat diwawancarai di sela acara, Selasa (03/11). [arif yulianto/bhirawa].

Sementara itu, dalam rilis yang dikeluarkan pihak pesantren setempat, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, warga Thoriqoh Shiddiqiyyah se-Indonesia dan perwakilan luar negeri, pada hari tersebut secara serentak di 24 provinsi dan 141 kabupaten/kota se-Indonesia serta perwakilan luar negeri menggelar santunan di tengah pandemi Covid-19.

Mereka yakin, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, santunan nasional ini akan menjadi berkah agung bagi masyarakat, Bangsa, dan Negara Republik Indonesia.

Humas Panitia Santunan Pusat Thoriqoh Shiddiqiyyah, Edi Setiawan mengungkapkan, santunan naaional ini merupakan agenda rutin untuk mendoakan Indonesia.

“Ini sudah yang ke 16, di dalam santunan nasional ini kita mendoakan Bangsa dan Negara Indonesia supaya selamat dari bermacam-macam cobaan apapun, Termasuk Corona ini. Yang kedua, supaya Bangsa dan NKRI menjadi pusat perdamaian dunia. Justru saat pandemi Covid-19 seperti ini, santunan nasional menjadi lebih penting,” beber Edi Setiawan.

Dari data yang ada, santunan yang dilaksanakan warga Shiddiqiyyah setiap tahunnya cenderung terus meningkat. Saat kali pertama diselenggarakan pada tahun 2006, jumlah penerima santunan sebanyak 6.517 orang dengan nilai santunan total sebesar 530 Juta Rupiah. Kemudian pada tahun 2019 pada santunan nasional ke-15, jumlah penerima santunan sebanyak 24.291 orang dengan nilai total santunan sebesar 3,7 Milyar Rupiah lebih.(rif)

Tags: