Tiang Gardu Listrik Roboh Akibat Proyek Box Culvert

6- tiga tiang gardu listrik roboh (geh)Surabaya, Bhirawa
Akibat pembangunan box culvert di Jalan Kayoon Tiga tiang listrik roboh, Rabu (5/11) sekitar pukul 00.30 WIB dinihari. Akibatnya arus lalu lintas di depan SPBU jalan Kayoon ditutup karena jalan terhalang tiang listrik berukuran besar dengan dua trafo.
Selain itu, kegiatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) wilayah Jatim juga terganggu. Semua data di komputer mati, sehingga pelayanannya terhambat.
” Apalagi nanti siang (Rabu,5/11) ada pelantikan Notaris dan PPNS,” kata Dwi Ananta selaku security Kemenkumham wilayah Jatim.
Ketua RW V Embong Kaliasin, Kasiran mengatakan, robohnya tiga tiang listrik berukuran besar ini karena ada pengerjaan box culvert. Setelah dilakukan pengerukan pihak proyek tidak langsung memasang balok box culvert hingga dua hari. Seharusnya pekerja ini kalau sudah tau ada tiang harus dikasih box culvert agar tiang bisa tertahan.
” Sebelum tiga tiang listrik ini roboh, terdengar bunyi ledakan keras dari kedua trafo. Pengawas pengerjaan proyek ini seharusnya memperhatikan resiko-resiko yang terjadi. Untung saja kejadiannya malam, kalau di jam-jam sibuk gimana?,” cerita Kasiran yang saat kejadian berada di lokasi karena warung jualannya tepat di depan.
selain itu, Manager Rayon PLN Embong Wungu, Dian Widiana juga terlihat di lokasi kejadian, pihaknya mengatakan, kejadian seperti ini sudah sering terjadi dan sangat merugikan pihak PLN. Akibatnya pelanggan PLN juga mengalami dampak robohnya tiga tiang listrik ini.
” Ini dampak penggalian box culvert. Dan kami sudah konsultasi¬† dengan Pemkot untuk tanggung jawab. Ini sudah sekian kalinya terjadi, dan merugikan aset kami. Makanya perlu kami koordinasi lebih mendalam. Di jalan Tembakan juga pernah malah banyak disana ada lima tiang listrik yang roboh,”¬† ungkapnya.
Menurut Dian, hal seperti ini seharusnya menjadi tanggung jawab pihak Pemkot atau vendor pelaksana. Karena setelah robohnya tiang listrik ini, dilakukan penormalan secara bertahap. ” alternatifnya kami ambil trafo terdekat untuk menormalkannya dan rekayasa jaringan, sedangkan SPBU juga masih pakai jenset,” imbuhnya.
Pihak PLN memperkirakan kerugian akibat pembangunan box culvert di Kayoon yang menyebabkan tiga tiang listrik roboh sekitar 200 jutaan lebih. Kedua trafo dengan kapasitas 50 KVA dan 200 KVA mengalami kerusakan. Dan pemasangan tiang listrik ini, masih kata Dian, seperenam dari panjang tiang listrik. ” Sementara itu, keadaan listrik di kawasan Kayoon tidak mengalami gangguan. Semua listrik sudah normal, tadi kita langsung lakukan manuver dan rekayasa jaringan,” tambahnya. (geh)

Keterangan Foto : terlihat petugas PLN saat menurunkan tiga tiang gardu listrik yang roboh akibat pembangunan box culvert di Jalan Kayoon tepat depan kantor Kemenkumham Jatim, Rabu (5/11) kemarin.  (geh/bhirawa)

Tags: