Tidak Ada Kata Berhenti untuk Pendidikan

Satria Tama Hardianto

Satria Tama Hardianto
“Prinsip saya pendidikan itu nomor satu,”. Begitulah kalimat yang terucap dari kiper muda Madura United Satria Tama Hardianto sata disinggung soal pendidikam dan karir. Sosok Satria Tama mungkin tidak lepas dari sepakbola nasional. Mantan pemain tim nasional Indonesia U-23 sukses menyelesaikan masa study Strata 1 jurusan Ilmu Administrasi ini dengan tepat waktu di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.
Di tengah kesibukannya, kata Satria, pendidikan juga harus diutamakan. Pasalnya, kedua ornagtuanya pun telah mewanti-wantinya sejak kecil jika segala hal yang dilakukan jangan sampai meninggalkan pendidikan. Karena bgaimana pun juga, pendidikan menjadi sangat penting di masa depan. “Itu prinsip yang saya pegang sampai masa mendatang,” kata pemuda berusia 22 tahun ini.
Di akui penjaga gawang Madura United ini, jika dia sempat merasa khawatir dengan padatnya jadwa bermain sepakbola dengan kewajibannya sebagai mahasiswa. Tapi beruntung, kampusnya Unitomo memberikan keringanan dengan memberikan pembelajaran jarak jauh e-learning.
“Waktu tc (training centre) atau nggak berada di Surabaya saya selesaikan tugas lewat email. Jadi pendidikan kuliah tetep jalan juga. Olahrga dan karir juga tetep jalan. Dengan treatmen itu bisa dibilang saya akhirnya bisa lulus dengan tepat wkatu,” papar dia.
Kendati sudah mendapat keringanan dengan pembelajaran berbasis e-learning, Namun pemuda asli Sidoarjo ini juga mengalami kendala dalam belajar. Ia mengakui jika pembelajaran berbasis e-learning membuat dia harus memahami dan mempelajari materi yang diberikan dosen. Tak ayal komunikasi intens juga tetap ia lakukan dengan dosen terkait untuk menanyakan materi yang dibahas. “Kendalanya itu ya, kalau nggak paham gimana caranya biar paham. Kalau perkuliahan reguler kan bisa belajar bareng sama teman-teman. Tapi saya enggak,” katanya.
Di tahun 2017, pemuda kelahiran 23 Januari 1997 ini mengatakan jika sempat tidak masuk perkuliahan selama dua bulan. Saat itu dia harus membela timnas U-23 untuk bertanding di SEA Games. Untungnya pihak kampus kembali memudahkan langkahnya untuk bisa fokus dalam membela timnas U-23. “Tapi tetep saya ikut kuliah jarak jauh,” katanya.
Dalam membagi waktu sebagai atlet sepakbola dan kuliah, Satria Tama cukup disiplin. Ketika jadwal latihan kosong, ia fokuskan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Terlebih saat dia harus menyelesaikan tugas skripsinya sebagai sarat dia menjadi sarjana, juga dimanfaatkan secara optimal. “Alhamdulillah dengan pencarian data dua kali saya bisa selesaikan tugas saya. Karena media official klub juga membantu,” jelas pemuda yang akan diwisuda Sabtu (28/9) mendatang ini.
Disinggung terkait study S2 nya, bungsu dari tiga bersaudara ini ingin memanfaatkan waktu nya lebih dulu sebagai pesepakbola. Dia juga berujar ingin menikmati statusnya sebagai sarjana. “Tapi kalau ada kesempatan ya saya ambil. Karena prinsip saya nggak ada istilahnya untuk berhenti belajar,” pungkas dia. [ina]

Tags: