Tiga Bulan 12 Ribu Orang Pindah ke Surabaya

banner-urbanisasiSurabaya, Bhirawa
Kota Surabaya masih memiliki daya tarik yang kuat sehingga membuat penduduk kota lain ingin menjadi warga kota Surabaya. Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, selama Januari sampai Maret, terdapat 12.715 warga yang mengajukan pindah dari kota asal ke Surabaya.
Kepala bidang Pendaftaran Penduduk, Djoni Iskandar memaparkan, tiap bulan rata-rata empat ribu orang mengajukan pindah ke Surabaya dari daerah asalnya. Total selama tri wulan pertama tahun 2014 sebanyak 12.715 pengajuan masuk ke Dispendukcapil.
Sementara itu, lanjutnya,  jumlah warga Surabaya yang memilih pindah ke kota lain hanya 5.915 orang. Jumlah pendatang yang ingin menjadi warga kota tersebut lebih banyak dua kali lipat lebih daripada yang pindah keluar.
” Tiap bulan rata-rata ada empat ribu warga pendatang yang ingin menjadi penduduk Surabaya, kalau di presentasekan sekitar 60 persen yang masuk ke Surbaya dan 40 persen keluar Surabaya,” terang Djoni ketika ditemui Bhirawa, Selasa (29/4).
Faktor pendidikan dan ekonomi  menurut  Djoni, masih menjadi penyebab utama arus urbanisasi ke Surabaya. Terutama faktor pendidikan, banyak orang tua di daerah menginginkan anaknya menempuh pendidikan sekolah negeri di Surabaya.
” Selain ingin menempuh pendidikan di Surabaya, warga pendatang juga terkait pekerjaan, sampai sekarang ini memang yang paling banyak terkait pendidikan,” tambahnya.
Sementara untuk penduduk musiman, ungkap Djoni, banyak warga luar kota yang mengadu nasib di Surabaya. Dengan demikian, yang sebelumnya hanya berstatus warga musiman berubah menjadi warga Surabaya. Namun, dia menghimbau warga luar yang ingin menjadi warga Surabaya untuk mematuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
” Memang tidak dapat menghindari fenomena ini, yang terpenting warga pendatang patuh pada peraturan. Salah satunya membawa surat keterangan pindah kota asal, dan ada surat pengantar dari RT sampai ke Kecamatan,” paparnya.
Dan yang terpenting itu, tambah Djoni, ada penjamin tempat tinggal, kalau tidak ada penjamin kita tidak segan-segan menolaknya,” Karena itu akan menjadi beban Pemkot, kalau tidak ada penjamin tempat dikhawatirkan akan menempati stren kali. Buat apa datang ke Surabaya kalau hanya nganggur,” tegasnya.
Setelah persyaratan lengkap, seluruh berkas diproses di Dispendukcapil Surabaya. Nomor induk kependudukan (NIK) warga akan dicocokkan dengan data di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Jika terbukti cocok dan sudah dicabut sebelumnya, KK Surabaya bisa mereka dapatkan. “Itu dilakukan untuk mencegah data yang ganda,” ucap Djoni. (geh)
No.  Jenis Pelayanan  Januari  Februari  Maret  Total
1.  Suket Pindah (SKP)  1883  1943  2089  5915
2.  Suket Pindah Datang (SKPD)  3210  4680  4825  12715

Tags: