Tiga Daerah Sepakat Percepat Pembangunan Spam Pantura

Bojonegoro,Bhirawa.
Pembangunan spam Pantura akan dipercepat sebagai salah satu infrastruktur pendorong perekonomian regional. Tiga pemerintah daerah regional , Kabupaten Bojonegoro, kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan bersepakat mempemudah regulasi untuk percepatan renacana tersebut.

“Tiga hal penting yang menyangkut perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta menyangkut percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur berdasarkan Perpres no. 80 tahun2019, yaitu terkait : rencana pembangunan spam regional pantura, rencana pembangunan jalan tol Ngawi – Bojonegoro -Tuban – Lamongan, dan koordinasi pembagian air untuk sungai kening dari intake sungai Bengawan Solo,” disampaikan Kepala Bakorwil Bojonegoro, melalui Kabid Sarpras, Ramses, kemarin (18/11) saat Rakor Rencana Pembangunan Spam Regional Pantura, bertempat diaula Bakorwil setempat.

Ramses memastikan dalam Rakor tersebut tiga daerah, Bojonegoro-Tuban-lamongan bersepakat mendukung persiapan dan pervcepatan pembangunan Spam Regional pantura tersebut.

” Rencana pembangunan spam regional pantura ini, mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan yang sangat mendukung adanya pembangunan spam pantura, dengan harapan air bersih yang dihasilkan dari pengelolaan spam ini dapat mencukupi kebutuhan air untuk masyarakat di wilayah mereka,” katanya.

Namun untuk memenuhi kebutuhan air baku yang akan dikelola oleh spam pantura nantinya akan diambilkan dari sungai bengawan solo, dalam hal ini sangat membutuhkan izin dan rekomendasi teknis dari kementerian PUPR (Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo) atas jaminan ketersediaan adanya air baku untuk spam pantura. Kemudahan perizinan yang diberikan pemerintah pusat dapat mempercepat pelaksanaan proyek spam regional ini.

” Selain itu untuk pembangunan spam regional pantura ini sepertinya juga masih menunggu dan seiring dengan pembangunan bendungan Karang Nongko pada Sungai Bengawan solo. Hal ini untuk memastikan ketersediaan air sebagai bahan baku dalam proses spam nantinya,” jelasnya.

Selanjutnya, pembahasan terkait trase/titik untuk pembangunan jalan tol yang dilaporkan oleh pihak Universitas Brawijaya (Unibraw) sebagai peneliti riset belum sesuai dengan keinginan pemkab yang wilayahnya akan dilewati tol, sehingga adanya jalan tol tepat sasaran dalam menunjang perekonomian dan akses jalan bagi masyarakat di daerah.

Dalam rakor tesebut, pihak Pemkab Bojonegoro menyampaikan keinginannya agar pembangunan jalan tol ada di atas tanah solo valey werken, sehingga untukpembebasan lahan dirasakan lebih efektif.

Pemkab Tuban menginginkan jalan tol dengan lokasi pintu tol (tol gate) berada di daerah Semanding, Merak urak, Kerek,bancar. Alasan utama keinginan Pemkab Tuban dikarenakan pengembangan wilayah sentra industri terletak di daerah tersebut.

Seperti contohnya kegiatan perikanan didaerah palang dan bancar. Kemudian Kabupaten Lamongan mungkin dalam kesempatan kali ini bisa menyampaikan juga keinginannya untuk trase/titik pintu exittol yang dikendaki.

Diharapkan kepada pihak brawijaya dalam menentukan trase pembangunan jalan tol agar memperhatikan serta mempertimbangkan keingingan dari masing-masing kabupaten, hal ini juga penting agar pembangunan jalan tol sesuai dengan pembangunan RTRW di daerah, sehingga pembangunan jalan tol sebagai akses jalan penunjang perekonomian masyarakat tepat sasaran.

Untuk menunjang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, sudah seharusnya pemerintah ikut berperan aktif dan hadir di tengah-tengah masyarakat, guna memastikan ketersediaan air yang cukup bagi usaha pertanian. [bas]

Tags: