Tiga Hal Penyebab Kepercayaan Media Turun, Diantaranya Berita Hoax

Ketua Ronggolawe Pers Solidariry (RPS) Tuban, Khoirul Huda yang diberi penghormatan menyerahkan santunan pada anak yatim pada acara peringan HPN PWI Tuban.

Tuban, Bhirawa
Ketua PWI Jawa Timur, Ainur Rohim membeber perkembangan media di era digital. Menurutnya, tingkat kepercayaan publik terhadap media saat ini turun disebabkan beberapa hal.
“Kepercayaan terhadap media memang turun. 2012 kepercayaan terhadap media 77 persen, 2019 menjadi 66,3 persen,” kata Air sapaan akrabnya saat menjadi pemateri HPN PWI Tuban, di Pendopo Krida Manunggal, Rabu (26/2).
Dijelaskannya, beberapa hal yang menyebabkan kepercayaan terhadap media turun yaitu maraknya berita hoax, lalu independensi media massa diragukan, terakhir media massa kelabakan hadapi kecepatan.
Padahal, secara prinsip produk berita itu harus terkonfirmasi oleh pihak yang bersangkutan. Ini tentu beda dengan informasi yang belum jelas keakuratannya.
“Berita itu terkonfirmasi, bukan berseliweran seperti informasi di media sosial. Jadi ada tiga penyebab pers turun,” ucap Ketua PWI Jatim.
Sementara itu, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein menyatakan, peran pers memang sangat luar biasa sebagai akses infromasi pemberitaan.
Pers juga merupakan salah satu pilar demokrasi, paling unggul jika untuk memberikan kritik yang membantu.
“Tanpa pers kebijakan pemerintah juga akan lambat nyampia pada publik, di sinilah pentingnya peran pers,” terangnya.
Bahkan, Ketua Tanfidz DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, agar jangan sampai ada orang yang atau kelompok yang mengaku sebagai pers, tapi kerjaannya bikin malu.
Misal, seperti memeras. Sebab, sekarang banyak kabar wartawan abal-abal kelayapan di desa-desa, tujuannya menakut-nakuti pejabat desa untuk kepentingan pribadi.
“Kalau ada seperti itu dijebak saja, ditangkap kerja sama dengan polisi. Pers yang sesungguhnya harus membentengi agar tidak tercoreng marwahnya,” pungkasnya.
Acara Hari Pers PWI Kabupaten Tuban ini juga turut dilakukan pemberian penghargaan bagi lembaga yang mendorong keterbukaan informasi, dan juga pemberian santunan anak yatim serta atlet.
Pemberian reword adalah sebagai bentuk kontribusi yang di aplikasikan dalam apresiasi. Ukuran perolehan dan nominasi Award bukan tanpa nilai. Keterbukaan Informasi Publik, mitra terbaik hingga instansi komumikasi dan informasi adalah kategori yang menjadi acuan nominasi.
Pemberian award juga sebagai bentuk keseimbanhan antara kritik dan sanjungan. Sehingga kontribusi insan pers dalam memajukan informasi. Ukirannya bukan nilai angkanya, melainkan kedekatan dan nilai rasa antara insan pers dengan konfirman.
“Memang sebagai jurnalis harus memberi kontribusi yabg seimbang. Antara kritik dan apresiasi seimbang. Kalau memberi kritik jangan fanatik, dan apresiasi juga jangan terlalu fanatik, ” kata Pipit Wibawanto Ketua Tuban.
Dalam kategori tersebut ada 3 nominasi. Yakni Kategori Mitra Terbaik, meliputi PT. Semen Indonesia, Pertamina EP Asset 4, EMCL, UTSG, GRR Tuban, SBI, Pertamina, PHE, dan TPPI. Sedangkan untuk Kategori Komunikasi dan Informasi disabet oleh KPP Pratama, Lapas Tuban, Koni Tuban, Dewan Pendidikan Tuban, KPH Tuban, KPH Parengan, KPH Jatirogo dan RSUD dr. Koesma Tuban.
Sedangkan dalam Kategori Keterbukaan Informasi Publik diberikan kepada Bupati Tuban, Wakil Bupati Tuban, Kejaksaan Negeri Tuban, Pengadilan Negeri Tuban, Polres Tuban, DPRD Kabupaten Tuban, Kodim 0811 Tuban.
“Kita sangat bangga dengan seluruh instansi atau konfirman yang sering bersinggungan dengan kita. Semuanya masih dalam kategori baik, namun ada yang terbaik. Selamat bagi yang memperoleh, semoga bentuk apresiasi ini menjadi pintu kerjasama yang lebih baik, ” Pungkas Pipit Wibawanto. (Hud)

Tags: