Tiga Kecamatan di Sumenep Endemis TBC

Sumenep, Bhirawa
Tiga Kecamatan di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jatim masuk kategori endemis penyakit Tuberculosis (TBC) dan jumlah penderitanya paling banyak.
Bupati Sumenep Busro Karim, mengatakan, ketiga kecamatan yang warganya banyak ditemukan menderita TBC itu masing-masing Kecamatan Batang-batang, Sapeken dan Kecamatan Pragaan. “Penderita TBC di Kecamatan Batang-batang sebanyak 144 orang, Sapeken sebanyak 123 orang dan di Kecamatan Pragaan sebanyak 114 orang,” kata Busro Karim, kemarin Rabu (19/3).
Busro Karim mengemukakan hal ini, saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan lokakarya percepatan penanggulangan penyakit tubercolusis di kantor PC NU Sumenep yang digelar oleh Pengurus Pusat Lambaga Kesehatan NU.
Oleh karenanya, sambung bupati, pihaknya memberikan perhatian khusus kepada tiga kecamatan yang warganya ditemukan banyak menderita TBC itu.
Bahkan, dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada LKNU karena telah menempatkan lokakarya percepatan penanggulangan TB di Kabupaten Sumenep, sehingga dengan adanya program itu, diharapkan semua pihak bisa melakukan percepatan penanggulangan.
Menurut bupati, sebenarnya, secara keseluruhan warga Sumenep yang diketahui menderita TBC dalam kurun waktu dua tahun ini telah menurun. Pada tahun 2012, kata dia, warga yang diketahui menderita TBC sebanyak 1.840 orang dari sekitar 1 juta lebih penduduk di wilayah itu.
Namun pada tahun 2013, jumlah warga Sumenep yang menderita TBC hanya 1.704 orang. “Namun meski mengalami penurunan, jumlahnya tetap tinggi, bahkan Kabupaten Sumenep tercatat sebagai kabupaten kedua di Jawa Timur yang jumlah penderita TBC-nya paling banyak,” terang Busro Karim.
Ia mengatakan, banyak hal yang menyebabkan warga Sumenep banyak terserang TBC. Salah satunya, karena faktor pola hidup yang tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat itu, sambung dia, akan sengat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, disamping wawasan tentang penanggulangan penyakit memang sangat kurang.
Pemkab, sejauh ini telah mencanangkan program pola hidup sehat melalui lembaga kesehatan yang tersebar di berbagai kecamatan dan desa. “Tapi kami rasa belum cukup, tanpa adanya peran semua pihak,” katanya.
Oleh karenanya, ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah itu agar proaktif dalam mencanangkan pola hidup sehat. [ant.sul]

Rate this article!
Tags: