Tiga KRI Koarmada II Beradu Taktik Perang dengan Kapal Rusia

KRI milik Koarmada II mengikuti Passex (Passing Exercise) Rusindo-20 bersama kapal perang Rusia.

Surabaya, Bhirawa
Guna meningkatkan kemampuan perang di satuan, tiga KRI milik Koarmada II mengikuti Passex (Passing Exercise) Rusindo-20. Uniknya, latihan taktik perang di perairan laut Jawa ini diikuti juga oleh tiga kapal perang milik Rusia.

Tiga KRI milik Koarmada II yang tergabung dalam Passex Rusindo-20, yakni KRI Karel Satsuitubun-356 yang di komandani Letkol laut (P) Rafael Dwinatu A. P; KRI Diponegoro-365 dikomandani Letkol laut (P) Lewis N. Nainggolan dan KRI Tombak-629 dikomandani Letkol laut (P) Nurulloh Zemy Prasetyo. Sementara tiga kapal perang Rusia yang mengikuti latihan, yaitu RFS Varyag-011, RFS ADM Panteleyev-548 dan Pechenga.

Pangkoarmada II, Laksda TNI I N.G. Sudihartawan menjelaskan, latihan yang berjalan satu hari ini, yakni pada Kamis (17/12) ini berjalan dengan aman dan lancar.

Adapun serial latihan yang dilakukan adalah Maneuver Exercise, RAS Approach, Flaghoist, Flashex dan Passing exercise.

“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan pengalaman prajurit KRI dalam melaksanakan kerjasama taktis bilateral TNI AL dengan Russian Navy. Serta memelihara dan meningkatkan kerjasama militer dan interoperability antar kedua Angkatan Laut, sebagai perwujudan peran diplomasi TNI AL,” jelas Pangkoarmada II, Laksda TNI I N.G. Sudihartawan.

Pihaknya mengaku latihan PASSEX merupakan serangkaian kegiatan latihan yang sering dilaksanakan oleh kapal-kapal perang diseluruh dunia. Dan bersifat insidensial, dimana saat kapal perang suatu negara memasuki atau melakukan kunjungan serta lawatan ke negara lain.

Sudihartawan berharap, meski latihan ini digelar hanya satu hari. Tapi materi yang dilatihkan dapat diserap dan diterapkan jika terjadi kondisi peperangan. Latihan ini juga merupakan program prioritas Kasal.

“Latihan ini selaras dengan program prioritas Kasal, Laksamana TNI Yudo Margono bidang penyelarasan doktrin, Ops-Lat dan sistem pelatihan yang fleksibel dan adaptif terhadap dinamika situasi terkini,” pungkasnya. [bed]

Tags: