Tiga Minggu Permintaan Darah Tembus 1.800 Kantong

6-FOTO OPEN rur-Gus Ipul_DBD2Jombang, Bhirawa
Sejak kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) mengalami peningkatan tajam, permintaan darah di PMI (Palang Merah Indonesia) Jombang juga ikut mengalami peningkatan. Bahkan akibat penigkatan permintaan ini, PMI kehabisan stok untuk trombosit (sel pembeku darah) golongan B.
“Bulan ini, ada peningkatan permintaan sebesar 20 persen dibanding dengan bulan sebelumnya.  Untuk tiga minggu di bulan Januari ini permintaan darah sudah tembus 1.800 kantong,” ujar Kepala Unit Doroh Darah (UDD) PMI Jombang, dr Suparyanto, kemarin.
Suparyanto mengungkapkan, pada hari biasa permintaan darah di PMI Jombang rata rata sebanyak 1.500 kantor per bulan. Pihaknya mengakui jika peningkatan permintaan darah itu kemungkinan besar disebabkan dengan tingginya kasus DBD di Jombang.
“Bahkan untuk trombosit darah golongan B stok disini kosong yang lainnya masih aman. Tapi kita sudah berupaya mengontak para pendonor agar segera mendonorkan darahnya untuk membantu kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Dikatakannya, PMI Jombang kini sudah memiliki alat yang berfungsi untuk memisahkan kandungan darah. Mulai trombosit, hingga sel darah merah. “Per hari ini, trombosit golongan A masih tersedia 11 kantong, golongan O terdapat 20 kantong, serta trombosit golongan AB sebanyak 8 kantong. Sedangkan trobosit B kosong,” imbuhnya mengungkapkan.
Sementara itu, stok sel darah merah dan whole blood (darah lengkap) masih kategori aman. Rinciannya, golongan A masih ada 25 kantong,  golongan B terdapat 168 kantong, kemudian golongan O sebanyak 100 kantong, serta golongan AB sebanyak 54 kantong.
Akibat kekosongan trombosit golongan darah B ini, dikeluhkan salah satu keluarga korba DBD yang kini dirawat di RSUD Jombang. M Syafii, salah satu keluarga pasien mengatakan, orang tuanya dirawat di RSUD Jombang akibat serangan nyamuk aides aigepty. Ironisnya, stok darah di PMI malah habis. “Saya butuh lima kantong darah trombosit golongan B. Namun hanya mendapat dua kantong saja, karena stok di PMI sudah habis,” ujar warga Kecamatan Mojowarno ini.
Seperti didiketahui, jumlah penderita DBD di Jombang terus meningkat. Selama bulan Januari ini saja terdapat 110 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak empat penderita meninggal. Sampai hari ini, masih terdapat 78 pasien yang menjalani perawatan di RSUD Jombang. Bahkan akibat melonjaknya kasus DBD ini, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf  turun langsung untuk melihat kondisi pasien korban DBD di RSUD Jombang, Rabu (21/1). [rur]

Keterangan Foto : Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf  (Gus Ipul) saat turun langsung untuk melihat kondisi pasien korban DBD di RSUD Jombang.

Tags: