Tiga Pekan PTM Berjalan, Dindik Belum Temukan Pelanggaran Prokes

Murid tetap memakai masker, mencuci tangan memakai sabun dan dengan air mengalir sepeti foto diatas. [sudarno]

Kota Madiun, Bhirawa
Sudah berjalan sekitar tiga pekan terakhir ini, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di kelas berjalan lancar. Bahkan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Madiun, Slamet Hariyadi menyebut pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) PTM cukup berjalan baik.
“Dari pemantauan kami, SOP sudah dijalankan dengan baik di sekolah. Kami belum menemukan pelanggaran terkait pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes),” kata Hariyadi, Kamis (3/12).
Menurut Hariyadi, pihaknya tak menemukan siswa yang tak memakai masker. Sebelum dan sesudah belajar juga melakukan cuci tangan. Tempat duduk di dalam kelas juga sudah diatur sedemikian rupa untuk memberikan jarak satu dengan yang lain. Kegiatan PTM juga tidak ada istirahat. Hal itu untuk meminimalkan pelajar berkerumun.
“Ada sekolah yang menerapkan sistem shif. Separuh masuk duluan. Sisanya masuk setelah PTM yang pertama selesai. Tetapi di beberapa sekolah yang memiliki tenaga pengajar yang cukup, PTM dilaksanakan dalam satu shif tetapi dibagi dalam beberapa kelas,” jelasnya.
Hal itu memungkinkan karena PTM yang saat ini berjalan baru untuk kelas I, VI, dan IX. Artinya, ada banyak ruang kelas kosong karena tingkatan yang lain masih memberlakukan pembelajaran secara Daring.
Hariyadi menambahkan, permasalahan mengemuka terkait durasi PTM untuk SD hanya berlangsung dua jam. Sedang, SMP berlangsung tiga jam. Artinya, tenaga pendidik harus memberikan materi dengan komplek mengingat waktu PTM yang singkat.
“Jadi materi saat PTM sifatnya sangat komplek agar efektif efisien mengingat waktunya yang pendek. Untuk tugas – tugas diberikan secara Daring. Artinya, yang PTM tetap juga melaksanakan Daring,” jelasnya.
Hariyadi juga menjelaskan, diberlakukannya PTM kembali memberikan beragam dampak. Salah satunya terkait psikis anak. Hasil pemantauannya, anak – anak lebih semangat dan termotivasi belajar secara tatap muka di kelas. Sebab, ada beberapa materi yang tak bisa maksimal jika dilakukan secara Daring. PTM juga disambut baik orang tua. Bahkan, wali murid untuk tingkat lain juga meminta untuk segera bisa masuk seperti kelas I, VI, dan IX.
“Dari sejumlah masukan wali murid, banyak yang mempertanyakan, kenapa hanya tiga kelas itu yang masuk. Tetapi tentu kami tidak boleh gegabah. Harus memperhatikan langkah – langkahnya jangan sampai terjadi klaster dari dunia pendidikan. Karena itu, kami akan mengusulkan penambahan kelas lain untuk melaksanakan PTM pada awal semester genap nanti,” kata Hariyadi. [dar]

Tags: