Tiga Pelajar Tuban Ikui UN di LP

Wakil Bupati Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si bersama AKBP Ucu Kuspriyadi dan Drs. H. Sutrisno, MM Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) saat melihat ngecek soal UN sebelum dibagikan pada seserta ujian. [hud/bhirawa]

Wakil Bupati Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si bersama AKBP Ucu Kuspriyadi dan Drs. H. Sutrisno, MM Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) saat melihat ngecek soal UN sebelum dibagikan pada seserta ujian. [hud/bhirawa]

Tuban, Bhirawa
Wakil Bupati Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si bersama AKBP Ucu Kuspriyadi dan Drs. H. Sutrisno, MM Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Dinas setempat, kemarin (14/4) melakukan sidak (inspeksi mendadak) pada hari pertama Ujian Nasional (UN) di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Tuban.
Orang nomor dua di Bumi Wali Tuban yang didampingi oleh Kapolres dan Kepala Dinas mengawali sidaknya SMAN 4 Tuban dan dilanjutrkan ke SMKN 3 dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tuban. “Kita melakukan sidak ini, untuk melihat secara langsung jalannya UN, sejauh mana persiapan sekolah, tadi juga kita lihat secara bersama-sama, bahwa naskah UN, masih dalam kondisi tersegel, naskah tersebut mulai datang dari Provinsi langsung¬† diamankan oleh pihak kepolisian,” Kata Wabub saat dikonfirmasi Bhirawa (14/4).
Wabub yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa ( DPC PKB) Kabupaten Tuban ini lebih lanjut menyatakan, kalau pelaksaan UN di Kabupaten Tuban kali ini sudah sesui dengan aturan dan petunjuk dari pusat.
“Setiap ruang kelas maksimal diisi dua puluh pelajar peserta UN. Tidak boleh melebihi, karena naskah UN berjumlah dua puluh serta bervariabel. Kami juga berharap, berjalan aman lancar, dan kalau ada selebaran terkait UN baik via sms atau yang lain, jangan dipercaya sama sekali,” terang Wabub.
Sementara itu, dari pantauan Bhirawa pada sejumlah lembaga pendidikan yang melakukan UN, setiap kelas ditempati 20 peserta ujian, sesuai paket soal yang jumlahnya 20 pekat. Dengan demikian masing-masing anak mengerjakan soal yang berbeda, sehingga kecurangan antar siswa bisa dihindari.
Sementara di tempat terpisah, tiga pelajar SLTA terpaksa mengerjakan soal UN di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuban. Pasalnya, tiga pelajar kelas XII itu tersandung kasus pidana dan harus mendekam di Lapas.
Ketiga pelajar yang mengerjakan soal UN di Lapas itu, yakni, DH (18), salah satu pelajar kelas 3 salah satu SMK swasta di Tuban,¬† AR pelajar SMK dan BDA siswa SMA di Tuban. DH terlibat pencurian di rumah seorang pimpinan pondok pesantren di kota Tuban. Sementara AR dan BDA terlibat tawuran. “Ada tiga siswa yang melakukan ujian di Lapas ini. Satu dari siswa SMA dan yang dua dari SMK,” terang Yatemo, pengawas elaksanaan Ujian Nasional (UN) di Lapas tersebut, Senin (14/4).
Dalam mengerjakan soal ujian di hari pertama UN ini, meski tidak berseragam, tiga pelajar tersebut tampak serius dalam mengerjakan soal. Mereka tetap mendapatkan pengawasan dari petugas Kepolisian dan Dinas Pendidikan Tuban. “Tidak ada perlakuan khusus bagi mereka. Semua sama saja. Pengawasan tetap dilakukan dari Dinas Pendidikan dan Kepolisian,” lanjut Yatemo, di sela-sela melakukan pengawasan UN.
Lebih laqnjut Yatemo menyatakan, jika para pelajar yang sedang tersandung masalah hukum itu tetap mendapatkan fasilitas untuk ikut Unas. Karena mereka masih punya hak untuk tetap ikut melakukan ujian tersebut. Sementara itu, dalam pelaksanaan UN tahun 2014 ini di Kabupaten Tuban diikuti sebanyak 10.408 siswa-siswi tingkat SMA sederajat. Rinciannya, tingkat SMA sebanyak 3.422 pelajar, MA sebanyak 2.695 pelajar dan SMK sebanyak 4.291 pelajar. [hud]

Rate this article!
Tags: