Tiga Peselam Terdegradasi dari Puslatda Jatim

Atlet selam saat berlatih di Puslatda Jatim yang digelar di Unesa.

Surabaya, Bhirawa
Hasil tes prestasi yang dilakukan oleh Cabang Olah Raga Selam beberapa waktu lalu menunjukkan peak performance atlet masih belum memuaskan. Bahkan dari hasil tes itu sebanyak tiga atlet terdegradasi dari Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).
Ketua Umum Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jatim, Mirza Muttaqien mengatakan, saat ini ada 26 atlet selam yang tergabung di Puslatda, nantinya hanya 22 atlet yang akan diberangkatkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.
“Dari hasil tes prestasi, ada tiga atlet yang terdegradasi, sehingga kini tinggal 23 atlet yang di Puslatda,” kata Mirza Muttaqien, saat ditemui diruang kerjanya di Jatim Grha Utama, Kamis (22/4).
Namun saat diminta nama atlet yang terdegradasi, pria yang juga menjabat sebagai Dirut PT Jatim Grha Utama itu enggan untuk menyebutkan. ”Walau peluangnya kecil, atlet yang terdegradasi itu masih memiliki kesempatan untuk bergabung di Puslatda, asalah mereka bisa memperbaiki catatan waktunya,” katanya.
Saat disinggung mengenai perfomance peselam Jatim, ia mengakui saat ini kondisi atletnya masih belum mencapai peak performance yang diinginkan oleh pelatih.
Hal ini wajar karena setelah Pemprov Jatim menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Bulan Maret 2020, maka KONI Jatim juga menerapkan sistem Training From Home (TFH). Para atlet hanya berlatih di rumah dan dipantau oleh pelatih secara virtual.
Kemudian sekitar Bulan Oktober 2020, KONI Jatim mulai menerapkan Puslatda New Normal (PNN). Untuk atlet selam berlatih dan menginap di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). ”Jadi saya berharap peak performance atlet bisa dicapai sebelum berangkat ke Papua,” katanya.
Sementara itu dihubungi melalui telepon genggamnya, Pelatih Selam Jatim M Riyad, membenarkan ada tiga peselam yang terdegradasi. ”Jadi sekarang kita tinggal menyisihkan satu atlet lagi,” katanya. [wwn]

Tags: