Tiga Ranperda Dapat Prioritas DPRD Kota Batu di Masa Persidangan I

Suasana jalannya salah satu Rapat Paripurna di DPRD Kota Batu

Kota Batu,Bhirawa.
Memasuki tahun 2020 ini, DPRD Kota Batu telah mengagendakan pembahasan 27 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Dan dari Ranperda tersebut, ada tiga yang mendapatkan prioritas untuk segera diselesaikan di masa persidangan pertama. Tiga Ranperda itu adalah Ranperda RDTR, Pengelolaan Sumber Daya Air, dan Desa Wisata.
Diketahui, di tahun lalu DPRD telah menetapkan 27 Ranperda untuk dibahas di tahun ini. Dan semua Ranperda yang ditetapkan tersebut merupakan kebutuhan masyarakat. Dan ketika Ranperda telah ditetapkan menjadi Perda diharapkan mampu mengoptimalkan pencapaian pembangunan serta meningkatkan PAD Kota Batu.
“Seluruh Ranperda yang akan digarap dibagi dalam tiga masa persidangan, dimana setiap masa sidangnya ada sembilan Ranperda yang bakal dibahas hingga ditetapkan menjadi Perda,”ujar Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Heli Suyanto, Kamis (2/1).
Kemudian dari 27 Ranperda yang sudah masuk jadwal pembahasa, adatiga Ranperda yang akan jadi prioritas utama. Yaitu, Ranperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Ranperda Sumber Daya Air, dan Ranperda Desa Wisata.
Ranperda RDTR mendapatkan prioritas untuk segera digarap karena sebagai tindak lanjut Perda RTRW yang sudah selesai dan tinggal menunggu evaluasi dari Gubernur. Adapun dalam pembahasannya, Dewan akan menyempurnakan dalam Ranperda RDTR yang ada di tiga kecamatan.
“Penyempurnaan ini terutama untuk zonasi wilayah. Misalnya untuk Desa Sumberbrantas yang ada di Kecamatan Bumiaji akan dipertahankan sebagai zona atau kawasan pertanian, dan ini tak boleh dirubah,”jelas Heli.
Sementara untuk Ranperda Desa Wisata mendapatkan prioritas karena dibutuhan untuk mendukung visi misi Kota Batu, ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’. Heli menyatakan bahwa keberadaan Desa Wisata di Kota Batu sampai hari ini belum punya konsep yang jelas. Karena itu Dewan ingin menekankan kepada Disparta agar membuat perencanaan yang matang.
“Dan dengan dukungan Perda ini diharapkan setiap kecamatan punya satu desa wisata yang terkonsep jelas sesuai potensi dan tipologi desa tersebut,”tambah Heli.
Adapun prioritas terakhir di masa persidangan pertama adalah Ranperda Pengelolaan Sumber Daya Air, terutama mengenai konservasi lingkungan. Karena di Kota Batu saat ini kawasan hutan mencapai 60 persen dari luas wilayah. Dan kawasan hutan ini harus dijaga untuk melestarikan sumber mata air agar tidak hilang. Apalagi Kota Batu ini merupakan hulu dari Sungai Sumber Brantas.
Dengan adanya 27 Ranperda ini, secara umum Dewan menergetkan bisa menyelesaikan tiga Ranperda. Adapun komposisi setiap pansus akan diisi 10 orang anggota. Banyaknya Ranperda yang digarap menunjukkan komitmen untuk menggenjot produktivitas anggota DPRD Kota Batu.(nas)