Tiga Warga Kota Mojokerto Jadi Korban AirAsia QZ 8501

01-mojokertoKota Mojokerto, Bhirawa
Tiga orang dari 155 penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 yang mengalami hilang kontak ternyata warga Kota Mojokerto. Ketiga orang tersebut merupakan satu keluarga yang terdiri atas bapak, ibu dan seorang balita.
Proses identifikasi ketiga korban tersebut diawali dari pendataan yang dilakukan Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto tempat mereka tinggal. “Dari foto yang ada di sejumlah media massa, ketiga korban itu warga Jl Gajah Mada 85 C, Kota Mojokerto,” terang Kepala Kelurahan Gedongan Ahmad Atim di depan Ruko milik korban, Senin (29/12) kemarin.
Sesuai data manifes penumpang pesawat AirAsia yang mengalami musibah, ketiga korban itu di antaranya nomor urut 9 atas nama Angggeline Ether Imanuel, nomor 89  Lia sari serta nomor urut 102 Mulyahadi kusuma Ranuwidjaya. “Untuk memastikan data kependudukannya, kita akan cek ke kantor Dispendukcapil,” tambahnya.
Ditemui terpisah, Kepala Dispendukcapil Kota Mojokerto Iqromul Yasak, membenarkan jika ketiga orang tersebut merupakan warga Kota Mojokerto. Mulyahadikusuma Ranuwidjoyo (35) merupakan kepala keluarga dengan NIK 357601010479003, sedangkan Lisa Sari (36) adalah istrinya yang memiliki NIK 357602664411780001.
Sedangkan Anggeline Esther Emmanuel merupakan puteri tinggal mereka yang baru berusia tiga tahun dan memiliki NIK 3576026312110003. “Itu semua sesuai dengan Biodata Penduduk yang ada di kantor Dispenduk Capil,” tandas Iqromul Yasak.
Data yang dihimpun di sekitar tempat tinggal korban, sehari-hari korban memiliki toko penjual onderdil mobil, Sumber Jaya Motor 2. Di komplek Ruko itulah pasangan muda ini tinggal.
Wali Kota Malang Muhammad Anton langsung memerintahkan kepada jajarannya untuk ikut memberikan layanan kepada keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ 8501. Pasalnya warga Kota Malang yang ikut menumpang pesawat nahas itu diketahui berjumlah 50 orang, dari 155 penumpang yang ada.
Muhammad Anton, usai mengunjungi   keluarga Donna Indah Nurwati di  Jalan Simpang Gading Asri Nomor 16 Kota Malang, Senin (29/12) kemarin, mengaku sangat prihatin atas kejadian ini.
Pemkot Malang akan membantu keluarga korban dengan membuka posko yang ditempatkan di Dinas Sosial Jalan Sulfat Kota Malang. Posko ini sebagai pusat informasi bagi keluarga korban penumpang AirAsia.
Saat ini, Pemkot Malang telah mengirimkan personel Dinas Perhubungan ke Bandara International Juanda untuk terus melakukan koordinasi terkait informasi terbaru pencarian pesawat AirAsia.
Sementara itu, keluarga Donna terlihat pasrah menerima kenyataan pahit ini.  Nur Ali (65)  ayah kandung Donna Indah Nurwati, sembari menerima tamunya menyatakan pihaknya pasrah atas kejadian ini. Meskipun dia sangat berharap anak, menantu dan cucunya bisa ditemukan.
Nur Ali mengatakan, anaknya berpamitan berangkat liburan ke Singapura dan Malaysia.  Donna berangkat bersama suaminya Gusti Made Bobi Sidaharta, dan dua anaknya yakni Gusti Ayu Made Keisha Putri Sidharta serta Gusti Ayu Putiyan Permata Sidharta.  “Kalau pamit  ke tetangga akan berangkat ke Bali, tetapi pamitan ke saya kalau satu keluarga akan liburan ke Singapura dan Malaysia, jadi dia termasuk dalam pesawat yang nahas itu,” kata Nur Ali.
Para penumpang AirAsia dari Malang banyak yang berangkat melalui biro perjalanan  Kirana Travel. Menurut manajemen Kirana Travel, Emmanuel, para penumpang dari Malang itu terbang ke Singapura untuk berlibur tahun baru 2015.  Ada 20 penumpang yang berangkat melalui Kirana Travel. Mereka tidak berkelompok, tapi liburan individual.
Emmanuel menuturkan, pelanggan mereka pada Minggu dini hari berangkat dari Malang menggunakan tujuh kendaraan. Selain 20 orang yang menumpang AirAsia, kata Emmanuel, 10 pelanggannya yang lain berangkat ke Singapura menumpang China Air.
Pemkab Tulungagung juga ikut bersedih dengan hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501. Salah satu warga Tulungagung, Marwin Sholeh, tercatat sebagai salah satu penumpang pesawat naas tersebut.
Bupati Tulungagung Syahri Mulyo SE, Msi mengungkapkan sudah memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Tulungagung Drs Maryani, untuk mendampingi keluarga Marwin Sholeh di Bandara International Juanda. “Pak Kadishub Maryani sudah meluncur ke Juanda. Ia akan mendampingi keluarga Pak Marwin yang sudah berada di Juanda,” ujarnya.
Pemkab Tulungagung, lanjut Bupati Syahri Mulyo, akan terus mengawal keluarga Marwin Sholeh sampai ada kejelasan keberadaan pesawat AirAsia itu. “Kami terus mengawal keluarga Pak Marwin. Juga sama kepala desanya,” imbuhnya.
Marwin Sholeh selama ini dikenal warga sekitar sebagai paranormal berkaliber internasional. Ia yang tinggal di Dusun Panggung Pucung Desa Pucanglaban Kecamatan Pucanglaban tersebut beberapa waktu lalu juga tercatat sebagai calon Caleg DPRD Tulungagung asal Partai Golkar.
Namun sayang, Marwin Sholeh tidak lolos menjadi anggota dewan. Dia kalah bersaing dengan selisih sekitar 200-an suara dari Ponidi, rekan separtainya saat Pileg 2014 lalu. Kekalahannya ini otomatis membuat keinginan Marwin Sholeh untuk menjadi anggota dewan kandas, meski kemudian ia mengadu ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) dan kandas pula karena pengaduannya ditolak ketika disidangkan.
Tak ketinggalan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah SH, MHum juga terus ikut memantau perkembangan pencarian pesawat AirAsia QZ 8501.
Menurutnya sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi yang jelas, siapa-siapa warga Sidoarjo yang ikut dalam pesawat tersebut. Kecuali yang sudah ada titik terang adalah Kapten Irianto warga Blok BC 12 Perumahan Pondok Jati Sidoarjo yang menjadi pilot pesawat itu. “Semoga Kapten Irianto bersama awak dan penumpang segera bisa ditemukan,” katanya sambil naik ke mobilnya.
Kapten Irianto ternyata merupakan Ketua RT 39 RW 9 di perumahan Pondok Jati Buduran Sidoarjo. Lokasi kediamannya nampak ramai kedatangan para kerabat dekat dan tetangga kemarin.
Menurut Bagrianto tetangga Irianto, Pak Ir (sapaan sehari-hari Irianto, red) itu sudah sering masuk dalam kepengurusan, baik itu RT, RW dan pengurus masjid. Di mata tetangganya, Kapten Irianto orang yang sangat peduli terhadap lingkungan dan sangat rajin beribadah. “Kalau tidak dinas, kadang beliau kumpul dengan masyarakat, kalau ada undangan rapat RT juga sering datang,” katanya. [kar, wed, mut, ach]

Keterangan Foto : Kepala Dispendukcapil Kota Mojokerto Iqromul Yasak menunjukkan data kependudukan penumpang AirAsia QZ 8501 asal Kota Mojokerto, Senin (29/12) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Tags: