Tim Damkar Edukasi Cara Kerjanya pada Siswa TK

Petugas Damkar edukasi Siswa TK. [wiwit agus pribadi]

Disporaparbud Gelar ToT Bagi Pendamping Paskibraka
Probolinggo, Bhirawa
Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kraksaan di area Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo, terlihat ramai dikunjungi para siswa dari peserta didik asal Kecamatan Besuk. Mereka sengaja datang untuk belajar, bermain dan mengenal cara kerja Tim Damkar dalam melakukan tugasnya. Diwaktu yang bersamaan Disporaparbud gelar ToT bagi pendamping Paskibraka.
Sebanyak 36 orang peserta didik ini berasal dari dua TK PKK yang ada di Kecamatan Besuk. Yakni, TK PKK Tunas Suci Desa Matekan dan TK PKK Desa Matekan. Mereka dipandu Kepala TK PKK Tunas Suci, Martin Erlinda dan Kepala TK PKK Desa Matekan, Yuliati bersama para gurunya. Turut membersamai kegiatan fiel trip ini para orang tuanya dan Pengawas TK Kecamatan Besuk, Sri Dewi Muljati. Mereka aktif memandu dan menyemangati selama kegiatan berlangsung.
Pengawas TK Kecamatan Besuk, Sri Dewi Muljati, Kamis (27/2) mengungkapkan, kegiatan ini dimaksudkan agar para peserta didik sejak dini mengenal tan tahu pekerjaan petugas pemadam kebakaran. Dikenalkan penyebab, proses dan dampak yang terjadi akibat kebakaran tentunya dengan narasi dan cerita yang menarik dan menyenangkan yang diperankan Tim Petugas Pemandu dan narasumber Damkar.
“Sesuai RPPH di sekolah dalam tema pekerjaan ini, anak-anak diajak untuk mengenal secara langsung macam – macam peralatan berat, ringan, mesin, kendaraan, cara – cara dan pekerjaan mulai dari tugas dan fungsinya serta tim reaksi cepat yang digunakan untuk mendukung kelancaran tugas dan pekerjaannya itu,” ujarnya.
Inovasi yang dilakukan TK PKK di Kecamatan Besuk ini mendapatkan apresiasi dan respon positif dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi melalui Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD, PNF Massajo.
“Tentu hal ini sangat positif dalam rangka memberikan stimulasi awal kecerdasan peserta didik dari berbagai aspek. Minimal terdapat tiga dimensi pembelajaran rangsangan kecerdasan peserta didik dengan melihat dan memperagakan secara langsung kecerdasan komunikasi, kecerdasan sosial dan kecerdasan motorik,” katanya.
Menurut Massajo, pembelajaran out door sangatlah penting bagi siswa PAUD untuk menghilangkan kejenuhan. Peran kepala sekolah, pendidik dan orang tua sangat diperlukan dalam menyusun program bersama dalam satu tahun program pembelajaran yang dikemas dengan tema besar Parenting. ”Kami berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan lembaga lainnya. Tentunya lebih kreatif dan inovatif,” harapnya.
Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo di saat yang sama menggelar Training of Trainer (ToT) bagi pendamping Paskibraka tahun 2020 di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu. Kegiatan ini diikuti 52 orang yang merupakan guru olah raga tingkat SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Probolinggo. Menghadirkan narasumber berasal dari Kodim 0820 Probolinggo dan Polres Probolinggo.
Kasi Kepemudaan dan Kepramukaan Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Mochamad Arif mengungkapkan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memberikan bekal model, metode dan strategi teknis melatih sebagai seorang pembina Paskibraka. Selain itu juga untuk menanamkan sikap nasionalisme dan patriotisme dalam membentuk karakter jiwa pemuda.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap nasionalisme dan patriotisme, cinta tanah air dan rela berkorban. Peningkatan kualitas tenaga pendamping Paskibraka dan memperkuat teknis strategi dalam melakukan pembinaan Paskibraka,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Teguh Kawiandoko, menyambut baik serta mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ToT Paskibraka bagi pelatih/pembina, sebagai wadah peningkatan kualitas pengetahuan dan ketrampilan serta mengembangkan kepemimpinan pemuda dan disiplin diri sekaligus merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan rutin setiap tahun.
“Keberadaan Paskibraka sangat diperlukan, diantaranya sesetiap tanggal 17 Agustus memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan upacara resmi seperti upacara hari olah raga, serta hari besar nasional yang dilakukan pemerintah,” jelasnya.
Dengan kegiatan ini, jelas Teguh, tentunya dapat memberikan pengetahuan, serta kemampuan pelatih dan pembina Paskibraka, agar menjadi pembekalan konseptual dan ketrampilan dalam membina siswa di sekolah masing-masing.
Pelatihan ToT merupakan salah satu cara efektif dalam membangun jiwa dan semangat nasionalisme dan patriotisme. Di sisi lain pelatihan ini dapat pula dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan wawasan intelektual. Dalam membina dan mengembangkan pondasi generasi muda tidak saja dilakukan melalui pendidikan formal, akan tetapi juga bisa dilakukan pendidikan di luar sekolah, tambahnya. [wap]

Tags: