Tim DVI Negara Asing Bantu Identifikasi Jenazah AirAsia

Tim DVI dari Uni Arab Emirates datang ke RS Bhayangkara untuk membantu identifikasi jenazah AirAsia QZ 8501, Selasa (6/1).

Tim DVI dari Uni Arab Emirates datang ke RS Bhayangkara untuk membantu identifikasi jenazah AirAsia QZ 8501, Selasa (6/1).

Polda Jatim, Bhirawa
Sepuluh hari sudah pencarian ratusan korban pesawat  AirAsia  QZ 8501 terus dilakukan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dibantu dengan instansi lain. Bantuan juga diberikan untuk Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim dalam mengidentifikasi jenazah korban pesawat  yang jatuh di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Selasa (6/1) sekitar pukul 10.30, bantuan Tim DVI dari negara lain mulai berdatangan di RS Bhayangkara Polda Jatim. Tak hanya di RS Bhayangkara, bantuan Tim DVI negara asing seperti dari Singapura, United Arab Emirates (UAE), Korea, Malaysia, dan Australia tampak berdatangan di Posko Antemortem Biddokkes Polda Jatim.
Direktur Eksekutif DVI Nasional Kombes Pol Anton Castilani mengatakan banyaknya bantuan Tim DVI dari negara asing merupakan ide yang digagas olehnya, guna membantu proses identifikasi jenazah. Tentunya, bantuan ini akan mempercepat proses identifikasi jenazah yang dilakukan Tim DVI Polda Jatim dengan Tim DVI negara asing.
Menurut Kombes Pol Anton Castilani, Tim DVI dari asing tiba secara bergantian. Sebanyak 4-6 personel Tim DVI dari negara asing selanjutnya bergabung di bawah kendali dan intruksi dari Tim DVI Polda Jatim. “Saat ini, masing-masing dua personel Tim DVI dari Singapura, UEA, Korea, dan Singapura sudah bergabung dengan Tim DVI Polda Jatim. Sesuai prosedur, tim dari negara asing akan dikoordinir di bawah kendali Tim DVI Polda Jatim,” terangnya.
Dijelaskan Anton, Tim DVI dari asing terdiri dari tim ahli dari forensik, DNA, patologi, gigi dan pekerja sosial yang turut membantu Tim DVI Polda Jatim dalam proses identifikasi 13 jenazah sebelumnya.  Saat ini tim gabungan DVI Polda Jatim dengan negara-negara asing lainnya sedang bekerja untuk mengidentifikasi 24 jenazah yang belum teridentifkasi. Diharapkan dengan bantuan tim negara asing, dapat mempermudah dan mempercepat proses identifikasi terhadap sebagian jenazah.
“Dengan semakin cepatnya penanganan proses identifikasi terhadap 24 jenazah ini, semoga dapat meringankan duka dan beban psikologis yang dirasakan keluarga korban pesawat AirAsia QZ 8501,” pungkasnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kemarin merilis tujuh orang yang terkena sanksi usai peristiwa jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 dengan tujuan Surabaya-Singapura. Dari ketujuh orang tersebut, ada yang dinonaktifkan dan dimutasi.
Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi Mustafa Djuaraid mengatakan, tujuh orang yang dinonaktifkan itu berasal dari PT Angkasa Pura I (Persero), Airnav Indonesia, dan Kementerian Perhubungan. Hadi menjelaskan, tindakan ini diambil dari hasil audit yang masih terus berjalan dan sudah disepakati untuk dilakukan.
“Senin kemarin, Menhub menandatangani instruksi audit investigasi untuk audit internal, dan sedang berlangsung. Ada beberapa pejabat yang diduga terkait penerbangan tanpa jadwal tersebut yang sudah dinonaktifkan dan dimutasi,” kata Hadi.
Sementara itu anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo mengatakan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dinilai harus ikut bertanggung jawab atas dugaan adanya penerbangan ilegal yang dilakukan oleh maskapai penerbangan. “Menhub yang harus bertanggung jawab. Kelaikan terbang apalagi lintas negara, itu atas izin dan tanda tangan Menhub langsung,” katanya.
Menurut dia, dalam tragedi jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501, pihak maskapai tidak bisa disalahkan karena bersifat pasif. Sementara, Menhub sifatnya aktif dalam memberikan izinnya sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2009 pasal 122 (2) tentang penerbangan.
Di situlah disebutkan bahwa jaringan dan rute penerbangan luar negeri ditetapkan oleh menteri berdasarkan perjanjian angkutan antar negara. “Undang-Undang itukan sudah jelas. Kementerian Perhubungan yang perlu diinvestigasi dan dilakukan penyidikan,” ujarnya.
Dengan peristiwa AirAsia yang sudah terjadi, pembekuan rute Surabaya-Singapura bukanlah solusi yang jitu. Malah, Bambang menilai, justru Kemenhub telah melakukan pelanggaran UU Nomor 8 (1) Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jika dilihat dari kenyamanan dalam ketersediaan angkutan untuk masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pembekuan ini berlaku sejak 2 Januari 2015. Pemberian sanksi ini terkait pelanggaran waktu operasional Air Asia rute Surabaya-Singapura.

Kemudahan Akta Kematian
Untuk yang kesekian kalinya jenazah yang telah diidentifikasi diserahterimakan dari Tim DIV ke manajemen Air sia, yang kemudian dilanjutkan ke keluarga korban. Kemarin ada 2 jenazah yakni Hindarto Halim jenis kelamin laki-laki (61) dan Jou Brian Youvito jenis kelamin laki laki (19) yang keduanya adalah warga Kota Surabaya. Selanjutnya  kedua jenazah diberangkatkan ke tempat kremasi Adi Jasa Jl Demak Surabaya. Hadir dalam acara serahterima kemarin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Seakan tak kuasa menahan duka, tak satupun kalimat yang bisa diucapkan oleh keluarga korban kecuali hanya ucapan terima kasih. Sementara Wali Kota Surabaya terus memberikan support mental dengan mengucapkan,” Yang tabah ya” berkali-kali.
Pemkot Surabaya sendiri menjamin kemudahan akta kematian korban pesawat AirAsia QZ8501 bagi keluarga untuk mengurus administrasi kependudukan hingga proses pemakaman.
“Ini sebagai bentuk keprihatinan pemkot serta instruksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini,” Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya Suharto Wardoyo kepada wartawan di Crisis Centre Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (6/1).
Selain itu, pengurusan kependudukan lain seperti kartu keluarga baru hingga urusan yang menyangkut warisan keluarga juga mendapat jaminan serupa. Pihaknya bahkan melakukan jemput bola atau mendatangi keluarga korban untuk melayani kepengurusan, khususnya penerbitan akta kematian. “Meski cepat, tapi tidak sembarangan karena harus ada bukti sebagai data pendukung sebelum diserahkan,” katanya.
Berdasarkan catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dari 162 penumpang, termasuk kru QZ 8501, terdapat 78 warga beridentitas Surabaya. Hingga hari ke sepuluh sejak peristiwa hilangnya kontak AirAsia dengan Air Traffic Control pada Minggu (28/12), sebanyak 11 jenazah warga Surabaya sudah teridentikasi. “Kami juga telah menerbitkan akta kematiannya sehingga bisa membantu kelengkapan adminitrasi,” kata Suwarto.
Kesebelas jenazah asal Surabaya yakni Hayati Lutfiah Hamid, Grayson Herbert Linaksita, Tony Linaksita, Lim Yan Koen, Yongki Jou, J Stephie Gunawan, Juanita Limantara, The Meiji Thejakusuma, Hendra Gunawan Syawal, Hindarto Halim dan Jou Brian Youvito.  [bed, geh, gat]

Daftar Pejabat yang Dinonaktifkan
Dua Pejabat Kementerian Perhubungan, yaitu:
– Kepala Bidang Keamanan dan Kelaikan Angkutan Udara yang merangkap Unit Kerja Pelaksana Slot Time Otoritas Bandara Wilayah 3 Surabaya
– Principal Operation Inspector Kemenhub di AirAsia

Tiga Orang dari Perum AirNav Indonesia yang Sudah Dinonaktifkan, yaitu:
– General Manager? Perum AirNav Surabaya
– Manajer ATS Operation Surabaya
– Senior Manager ATFM dan ATS Kantor Pusat Perum AirNav.

Dua Orang dari PT Angkasa Pura I yang Dimutasi, yaitu:
– Department Head Operation AP I Cabang Bandara Juanda
– Senior Head PT AP I cabang Bandara Juanda

Tags: