Tim Gabungan Polres Tuban Razia Karaoke

6-foto B hud-Razia Karaoke 1Tuban, Bhirawa
Menjelang hari Natal dan peringatan Tahun Baru 2015, puluhan petugas gabungan dari anggota Polres Tuban bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan juga TNI melakukan kegiatan razia tempat hiburan malam yang ada di wilayah Kabupaten Tuban, Minggu (21/12) malam.
Sejumlah tempat karaoke yang ada di jalur Pantura Tuban, para ptugas mendatangi satu-persatu selian tempak karaoke di jalan Tuban-Semarang KM 5, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu serta memeriksa pengunjung dan pemandu lagu atau purel pada tas dan barang bawaan untuk mencari obat-obatan terlarang.
“Kita melakukan pemeriksaan di tujuh tempat hiburan malam yang ada di Kabupaten Tuban ini. Tujuannya adalah untuk Cipta Kondisi (Cipkon) menjelang Natal dan tahun baru, agar di wilayah Tuban tetap kodusif,” terang Kasat Sabhara Polres Tuban, AKP Yani Susilo.
Menurutnya, pada razia Cipkon tersebut petugas gabungan tidak menemukan narkoba atau obat berbahaya lainnya, baik yang dibawa oleh tamu yang sedang mengunjungi tempat hiburan malam tersebut, maupun dari para pekerja tempat karaoke tersebut.
“Kegiatan razia narkoba ini akan kita lakukan secara rutin. Hal ini untuk mengurangi dan menekan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Tuban. Selain itu, juga untuk menciptakan suasana yang kondusif menjelan Natal dan tahun baru,” terang mantan Kapolsek Kota Tuban ini.
Dalam razia yang tidak menemuakan barang haram tersebut, petugas hanya menemukan Stempel milik pemerintahan salah satu desa di Kecamatan Tambakboyo tertinggal disalah satu tempat Karaoke Keke. Temuan Stampel pemerintah desa tersebut berawal saat petugas melakukan pemeriksaan didalam room karaoke dengan tiga perempuan pemandu lagu, sedangkan lelaki yang berada satu ruangan bersama tiga perempuan itu kabur meninggalkan ruang. Meski dilakukan pencarian petugas tidak menemukan lelaki yang kabur itu.
Diduga lelaki yang kabur tersebut merupakan oknum Kepala Desa (Kades) yang sedang asyik bernyanyi. Pasalnya, petugas menemukan tas yang tertinggal dan saat diperiksa terdapat stempel salah satu desa yang ada di Kecamatan Tambakboyo. “Tidak tahu kemana pak, melihat ada razia tamu saya langsung kabur,” terang salah satu purel saat ditanya keberadaan tamu karaoke tersebut.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Tuban, Zuhri Ali mengatakan, tertinggalnya stempel desa yang dibawa seorang Kepala Desa (Kades) dimanapun tempatnya menjadi hal yang wajar. Sebab pelayanan seorang Kades kepada masyarakatnya bisa sampai 24 jam penuh yang bertempat di mana pun.
“Memang realitanya banyak Kades yang membawa stempel di mana pun dia pergi. Karena ya masyarakat kalau minta pelayanan bisa siang, bisa malam kapanpun dan dimanapun,” dalih pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Jetak, Kecamatan Montong itu.
Ketika ditanya mengenai tertinggalnya stempel salah satu desa di Kecamatan Tambakboyo di salah satu tempat hiburan malam, Zuhri mengungkapkan, hal itu secara hukum tidak ada yang salah. Namun, dari segi etika dan kepantasan hal itu kurang pas. “Kalau dari segi hukum tidak ada yang salah, cuma dari segi etika dan kepantasan kurang pas,” terang Zuhri Ali. [hud]

Caption Foto ; Petugas gabungan dari Satpol PP, Polri dan TNI saat melakukan razia Cipkon pada sejumlah tempat hiburan malam di kabupaten Tuban. (khoirul huda/bhirawa)

Tags: