Tim Hunter Hanya Temukan Dua Warga Tulungagung Reaktif Covid-19

Tugas SPBU saat dirapid test oleh Tim Covid-19 Hunter Jatim di salah satu SPBU di Kelurahan Karangwaru Kota Tulungagung, Selasa (9/6).

Tulungagung, Bhirawa
Tim Covid-19 Hunter Jatim yang melakukan Rapid test (tes cepat) di Kabupaten Tulungagung baru menemukan dua orang yang reaktif virus Covid-19. Pemeriksaan dilakukan selama empat hari terakhir terhadap 419 orang.

“Untuk hari terakhir (hari kelima) sekarang (Selasa , 9/6) masih berlangsung. Kami saat ini melakukan rapid test untuk petugas SPBU,” ujar koordinator Tim Covid -19 Hunter Jatim di Tulungagung, drg Fitria Dewi, Selasa (9/6).

Menurut dia, dua orang yang dinyatakan reaktif tersebut sudah diambil sampel swab-nya dan saat ini sedang menunggu hasil dari laboratorium di RSUD dr Iskak Tulungagung. “Masih belum dicek hasilnya,” katanya.

Fitria Dewi selanjutnya mengungkapkan Tim Covid-19 Hunter Jatim selama di Tulungagung tidak hanya melakukan rapid test, tetapi juga melakukan swab. “Selama empat hari yang dirapid test sebanyak 419 orang dan yang diswab sebanyak 41 orang. Hasil rapid test dari 419 orang, 417 orang diantaranya non reaktif. Sekarang tambah lagi 200-an yang dirapid test. Sedang untuk hasil swab belum keluar,” paparnya.

Dalam empat hari tersebut, Fitria Dewi menjelaskan sudah melakukan pemeriksaan setidaknya di empat kecamatan. Yakni di Kecamatan Karangrejo (Desa Bungur), Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Bandung dan Kecamatan Boyolangu.

“Kami bergerak sesuai keputusan kabupaten. Kami yang back- up. Pemeriksaan dilakukan gabungan dari kabupaten, provinsi dan relawan,” tuturnya tanpa menjelaskan lebih rinci tempat-tempat yang telah dilakukan tracing dengan rapid test.

Pejabat Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jatim ini lebihlanjut mengungkapkan kedatangan Tim Covid-19 Hunter Jatim di Tulungagung merupakan kebijakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Kabupaten Tulungagung termasuk 10 daerah kabupaten/kota di Jatim yang menjadi daerah prioritas.

“Hari ini (Selasa , 9/6) hari terakhir di Tulungagung. Kemungkinan nanti geser ke kabupaten lain,” ucapnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan rapid test bagi petugas SPBU dilakukan di salah satu SPBU di Kelurahan Karangwaru Kota Tulungagung. Para petugas SPBU tersebut dirapid test karena berpotensi tertular Covid-19 akibat banyak berinteraksi dengan masyarakat yang datang ke SPBU. (wed)

Tags: