Tim Jepang – WHO Kunjungi Penderita Kusta di Gresik

Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si menerima kunjungan tim dari organisasi Sasakawa.

Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si menerima kunjungan tim dari organisasi Sasakawa.

Gresik, Bhirawa
Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim  menerima kunjungan tim dari organisasi Sasakawa Memorial Health Foundation (SMHF) bersama anggota Tim WHO, organisasi kesehatan dari Negeri Sakura yang peduli terhadap penyakit kusta akan melihat secara langsung keberhasilan kegiatan pemberdayaan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) di Gresik.
Sebelum menuju lokasi tempat pemberdayaan di Desa Petung, Kec Panceng, empat  orang Anggota Tim SMHF Dr Michael Chen Secretary General of HANDA/chair of ITC member, Dr Hugh Cross. Programme Director of Asia of ALM/ITC member, Dr Raganadh Rao, WHO Global Leprocy Program dan Mr Kay Yamaguchi Consultant to Leprocy Programme of SMHF berkunjung ke Kantor Bupati Gresik.
Mereka yang difasilitasi Dinas Kesehatan Propinsi Jatim serta Yayasan Kusta Indonesia diterima Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim di Ruang Graita Eka Praja, Kamis (17/4). Kepala rombongan Dr Michael Chen mengatakan, kedatangannya ke Kab Gresik untuk penguatan partisipasi orang yang pernah mengalami kusta terhadap pelayanan kusta di Gresik.
Sesuai data tahun 2013 yang dirilis Dinas Kesehatan Gresik, ada 106 penderita kusta di Gresik. Menurut Wakil Bupati, jumlah ini menurun dibanding pada dua tahun sebelumnya. ”Pada tahun 2011 jumlah penderita kusta di Gresik 156 orang. Jumlah ini menurun pada tahun 2012 menjadi 110 penderita. Setahun kemudian yaitu tahun 2013 menjadi 106 penderita,” ujar Wabup
Wabup  juga menjelaskan, penurunan penderita kusta di Gresik ini berkat kerjasama semua unsur kelompok masyarakat. Untuk mendukung koordinasi penanganan kusta, Bupati Gresik menerbitkan surat keputusan pembentukan tim pendamping orang yang pernah mengalami kusta. Tim ini terdiri dari berbagai dinas instansi, berbagai elemen masyarakat yaitu ikatan isteri dokter, Fatayat, Muslimat, Aisyiah, Nahdhlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Masih menurut Wabup, tim ini bertugas memberikan, advokasi, sosialisasi, pelatihan, memberikan berbagai bantuan. ”Terbukti dengan program dan bantuan yang dijalankan oleh anggota tim ini, jumlah penderita kusta terus menurun dari tahun ke tahun,,” ungkap Wabup asal Lamongan ini. [eri]

Tags: