Timnas ke AFF Vietnam

suzuki-cup-mTIMNAS asuhan Alfred Riedl sudah berada di Vietnam untuk mengikuti kejuaraan sepakbola piala AFF (tingkat ASEAN). Dengan 23 pemain yang diaring dari 35 nama, Riedl menarget masuk final. Banyak pengamat menilai timnas senior bukan yang terbaik. Banyak pemain lebih cemerlang (saat ini berlaga pada liga luar negeri) tidak dipanggil Riedl. Lebih lagi, laga pertama sebagai penguat spirit psikologis timnas akan melawan tuan rumah (juara AFF tahun 2008).
Target Riedl (masuk final) sudah pernah diraih timnas tahun 2000 dan 2002, berturut-turut selalu kalah dalam duel “el-classico” melawan Thailand. Begitu pula pada tahun 2004 dikalahkan Singapura, dan AFF ke-7 tahun 2010 dikalahkan Malaysia. Timnas belum pernah menjadi juara AFF, sehingga Boaz Solossa (pemain asal Persipura) sangat gemas ingin membawa pulang tropi AFF ke Indonesia. Syaratnya, pada pertandingan pertama tim merah-putih wajib menang.
Tuan rumah Vietnam tidak berada dalam kondisi baik. Hal itu terbukti dari Palestina (1-3) dalam ajang ujicoba pekan lalu (Minggu, 9 November di stadion My Dinh). Namun terdapat trauma sangat memalukan berlaga di Vietnam. Yakni, ketika AFF ke-2 tahun 1998, terjadi “main mata” antara timnas Indonesia vs Thailand. Skor akhir 2-3 untuk Thailand, tetapi laga itu tidak sportif. Buntutnya, federasi sepakbola Asia menghukum seorang pemain timnas Indonesia tidak boleh bermain seumur hidup dalam ajang internasional.
Sejak diselenggarakan pertama kali (tahun 1996) di Singapura, negeri penggagas AFF ini tergolong paling sukses. Yakni membawa pulang piala AFF tahun 1998, 2004, 2007 dan 2012). Disusul Thailand tiga kali juara (tahun 1996, 2000 dan 2002). Serta Vietnam (2008), dan Malaysia menang tahun 2010. Prestasi timnas Indonesia hanya 4 kali runner-up, walau sudah tiga kali menjadi tuan rumah. Ini membuktikan, bahwa derajat sepakbola nasional masih harus berupaya keras memperbaiki timnas.
Piala AFF merupakan ajang sepakbola paling bergengsi di tingkat Asia Tenggara. Pada awalnya turnamen dinamakan Piala Tiger (Tiger Cup), mengambil nama dari sponsor utama sebuah perusahaan bir dari Singapura. Setelah masa sponsorship itu selesai, titel kejuaraan ini diubah menjadi AFF Cup atau Piala AFF untuk edisi 2007.
Embel-embel sponsor digunakan lagi pada tahun 2008 menjadi AFF Suzuki Cup. Pada ajang pertama tahun 1996, ke-10 negara Asia Tenggara mengikuti turnamen ini dengan Singapura sebagai tuan rumah. Sejak even kedua tahun 1998 format turnamen diubah. Selain empat tim semifinalis tahun sebelumnya, juga ditambah enam negara lainnya melalui kualifikasi yang terdiri dari dua grup.
Pada even ke-9, tahun (2012) lalu diikuti delapan tim dari delapan negara. Yakni, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar (grup A) yang bertanding di Bangkok (Thailand). Serta grup B (Indonesia, Singapura, Malaysia dan Laos) yang bertanding di Kuala Lumpur. Semi final dan grand final  diselenggarakan secara dobel tanding memperhitungkan agregat.
Apakah timnas akan membawa pulang Piala AFF 2014? Itulah pengharapan pada Alfred Riedl. Pada AFF 2012, Nil Maizar, gagal masuk final. Mantan pelatih Semen Padang FC (tahun 2010-2011) ini dinilai terlambat memasukkan Andik Virmansyah dan Bambang Pamungkas sejak awal. Terbukti, Andik (saat bernomor punggung 21) berhasil melesakkan bola ke gawang Izwan Mahbud (Singapura) pada menit ke-88.
Andik Virmansyah, saat ini dipastikan tidak turut dalam skuad timnas. Boleh jadi karena dianggap sibuk bermain di Selangor FC, Malaysia. Tetapi Riedl memasukkan Evan Dimas (yunior Andik di Persebaya 1927), serta beberapa nama beken yang berlaga di LSI. Mampukah timnas senior menjadi penglipur lara paceklik juara?

                                                                                            —————- 000 —————–

Rate this article!
Timnas ke AFF Vietnam,5 / 5 ( 1votes )
Tags: