Tingkatkan Ekspor Ikan, Nahkoda dan ABK Probolinggo Diberi Bimbingan SKPI

Bimtek sertifikat ketrampilan penanganan ikan.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Probolinggo, Bhirawa.
Bertempat di Aula PPP Mayangan Probolinggo, dilaksanakan kegiatan Bimtek (bimbingan teknik) dalam rangka sertifikasi keterampilan penanganan ikan (SKPI) bagi nahkoda dan ABK (Anak buah kapal.Kegiatan ini, merupakan kerjasama antara UPT PPP Mayangan dengan HNPP (Himpunan Nelayan dan Pengusaha Perikanan) Samudra Bestari juga PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) Brondong Lamongan, dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi para nelayan dalam menangani ikan hasil tangkapan.

Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, Bimtek sertifikasi ketrampilan ini dibuka oleh Kepala Syahbandar PPP Mayangan, Arif Wahyudi dan dihadiri oleh 80 orang yang terdiri dari Nahkoda dan ABK dengan Narasumber dari PPN Brondong Lamongan.

Kepala Syahbandar PPP Mayangan, Arif Wahyudi, Senin (8/2) menyampaikan bahwa kualitas ikan yang diekspor harus sesuai dengan persyaratan dari negara tujuan terutama Negara Eropa. Kegiatan Bimtek diikuti sebanyak 80 orang yang terdiri dari nakhoda dan ABK.

“Tujuan digelarnya kegiatan pelatihan SKPI adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan terhadap awak kapal perikanan sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 7 Tahun 2019 tentang persyaratan dan tata cara penerbitan sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB),” jelas Arif.

Melalui kegiatan pelatihan SKPI diharapkan agar para peserta akan lebih memahami dan menerapkan ketrampilan diatas kapal tersebut sehingga hasil tangkapan akan bermutu tinggi dan mempunyai nilai jual yang bagus, utamanya saat export,” jelasnya.

Pengurus Harian HNPP Samudra Bestari Probolinggo, Wiwit, mengatakan bahwa HNPP Samudra Bestari Probolinggo bersama UPT PPP Mayangan dan PPN Brondong Kabupaten Lamongan memberikan bimtek untuk mendapatkan SPKI (Surat Ketrampilan Penangan Ikan) terkait penanganan ikan yang baik diatas kapal serta cara penyimpanan, pengangkutan, serta pemilihan kwalitas ikan. “Peserta Bimtek diikuti para Nahkoda ABK. Acara bermuara pada penyerahan surat keterangan Setifikat Keterampilan Penanganan Ikan (SPKI),” ujar Wiwit.

Wiwit juga menekankan, bukan hanya ABK yang perlu mendapat pengetahuan penanganan ikan, para penjual juga harus memasarkan produk perikanan. Memilih ikan yang baik dari nelayan, menyimpan dalam es dengan suhu yang diatur, mendemonstrasikan cara memilih ikan segar yang dapat dilihat dari mata dan insang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kompetensi kepada anak buah kapal dalam menangani ikan hasil tangkapan di laut,” lanjutnya. Diakhir kegiatan dilaksanakan ujian tertulis. 80 peserta dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan SPKI.

Selain itu mengantisipasi cuaca ekstrem di perairan PPP Mayangan Probolinggo, UPT PPP Mayangan, menghimbau terkait pelayaran kepada semua pihak. Himbauan tersebut, tentang waspada bahaya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Seluruh pihak baik para petugas dilapangan, operator kapal, maupun masyarakat nelayan untuk mewaspadai cuaca ekstrem diperairan Indonesia, utamanya di wilayah PPP Mayangan.

Arif Wahyudi, memperingatkan agar semua pihak mewaspadai adanya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih terjadi disebagian wilayah perairan PPP Mayangan, khususnya dalam beberapa hari ke depan. “Apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan kapal, agar menunda keberangkatan berlayar sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari benar-benar aman. Tak kalah penting kami juga menghimbau bagi warga yang suka berendam di wilayah PPP Mayangan agar lebih memperhatikan cuaca seperti ombak besar yang disertai angin kencang, lebih baik berhenti dulu jangan berendam,” pinta Arif Wahyudi.

Menurut Arif Wahyudi, beberapa hari ke depan diperkirakan terjadi cuaca ekstrem dibeberapa perairan laut jawa, dengan tinggi gelombang antara 1.5 meter hingga 3 meter. Untuk tinggi gelombang antara 2,5 dan 4 meter akan terjadi di Samudera Hindia Barat Aceh, Laut Natuna Utara, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Pulau Lombok, Selatan Bali hingga Selat Lombok Bagian Selatan, perairan Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeleu, Selat Sunda Bagian Utara, Perairan Selatan Kupang hingga Pulau Rote, Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Perairan Pulau Sawu, Laut Timor Selatan, NTT.

Dan Pos TNI AL Mayangan, Lettu Laut ( P) Eko Mei, meminta agar seluruh pemilik kapal agar berhati-hati serta terus melakukan pemantauan ulang kondisi cuaca setiap hari serta menyebarluaskan hasil pemantauan dengan cara membagikan kepada para pengguna jasa atau tempat kapal nelayan,” pintanya.

Memasuki puncak musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, terus mengimbau warganya untuk selalu waspada. Sebab, masih rawan bencana. Terutama, warga yang berkerja sebagai nelayan. Dalam dua hari terakhir gelombang laut diperkirakan bisa mencapai 3 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetio mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, akan terjadi cuaca ekstrem pada dalam pekan ini. Tingginya gelombang diperkirakan mencapai 3 meter. Karenanya warga, terutama nelayan diminta waspada.

Pihaknya berharap di daerah selatan atau Kabupaten Probolinggo, tidak terjadi hujan lebat. Sehingga, debit air sungai, termasuk di Kota Probolinggo, tidak terlalu tinggi. “Kami terus melakukan pemantauan, baik visual di lapangan maupun melalui website BMKG,” paparnya.

Sementara itu, untuk suhu udara di lima kecamatan di Kota Probolinggo, berkisar antara 25 sampai 32 derajat selsius. Kecepatan angin 30 knot dengan kelembapan udara 65-95. Dengan demikian, Sugito mengimbau warga tetap waspada. Termasuk menjaga lingkungan. Minimal tidak membuang sampah sembarangan. Serta, membantu membersihkan sampah di lingkungan sekitar. “Dengan demikian, dapat mengurangi terjadinya banjir,” tambahnya.[wap]

Tags: