Tingkatkan PADes, BUMDes Kertojoyo Tambah Usaha Baru Perakitan Sepeda Motor Listrik

Sepeda motor listrik rakitan BUMDes Kertojoyo saat dilaunching Bupati Malang HM Sanusi, di Kantor Desa Sengguruh, Kec Kepanjen, Kab Malang. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kertojoyo, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang telah bekerjasama dengan PT Surya Tekno Mandiri Solo mendirikan unit usaha baru perakitan dan penjualan sepeda motor listrik, dan alat-alat elektronik. Sehingga unit usaha perakitan sepeda motor listrik tersebut, maka akan menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) desa setempat.

Menurut, salah satu Anggota BUMdes Kertojoyo, yang juga sebagai Manager PT Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) Bank Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Suliyanto, Selasa (29/8), saat dihubungi melalui telepon selulernya, bahwa BUMDesa Kertojoyo tidak hanya memiliki unit usaha perakitan sepeda motor listrik saja, tapi juga memiliki unit usaha seperti bank desa, petani hebat dan konveksi. Sehingga dengan memiliki empat unit usaha ini, maka akan menyumbangkan PADes. “Usaha perakitan sepeda motor listrik yang bekerja sama dengan PT Surya Tekno Mandiri Solo masih dalam pendampingan,” jelasnya.

Selain perakitan sepeda motor listrik, lanjut dia, juga ada perakitan laptop dan TV. Sehingga dengan menambah unit usaha, nantinya diharapkan BUMDes Kertojoyo tidak hanya menyumbangkan PADes saja, tapi juga memberikan peluang pekerjaan terhadap masyarakat Desa Sengguruh. Dan pihaknya sangat optimis bisa menjual sepeda motor listrik di wilayah Kabupaten Malang. Sementara, untuk target perakitan per hari masih mampu satu unit, dan untuk tenaga perakitan masih tiga orang. Dan masih dalam pendampingan dari PT Surya Tekno Mandiri Solo serta dari Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri (SMKN) 1 Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Untuk model sepeda motor listrik masih mengadopsi dari Cina dan harganya Rp 12 juta. Sehingga pihaknya akan terus mengembangkan produksi sepeda motor listrik. Dan dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk membantu dalam segi pemasaran,” pintah Suliyanto.

Dalam kesempatan itu, dia menambahkan, di Desa Sengguruh juga banyak warga yang memiliki Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM), mulai dari produksi sepatu, kripik tempe hingga batik tulis dan batik cap. Sementara, untuk produk UMKM batik tulis seng dan kaputren asal Desa Sengguruh sudah dikenal masyarakat lokal maupun nasional. Karena kualitas dan motif batik memiliki ke khasan sendiri. Dan harga perpotong batik tulis bisa bersaing dengan batik-batik dari daerah lain, serta harganya terjangkau, yakni untuk batik tulis harganya Rp 300 ribu, dan batik cap Rp 200 ribu.

“Dari tiga unit usaha sebelumnya, yang telah menyumbangkan PADes masih PT LKM Bank Desa sebesar Rp 100 juta. Sehingga kami berharap dengan kehadiran unit usaha baru perakitan sepeda motor listrik akan menambah PADes,” pungkas Suliyanto. [cyn.bb]

Tags: