Tipikal Alam Sama Dorong Pemkot Bukittinggi Serap Konsep Pengelolaan Wisata Kota Batu

Suasana diskusi wisata antara Pemkot Batu- Pemkot Bukit Tinggi yang berlangsung di Rupatama Balai Kota Batu, Kamis (1/4).

Kota Batu,Bhirawa
Memiliki geografis dan tipikal alam yang sama mendorong Pemerintah Kota Bukit Tinggi untuk menyerap ilmu pengelolaan wisata di Kota Batu. Langkah ini diambil Pemkot Bukit Tinggi untuk bangkit dari keterpurukan. Meskipun kedua Kota Wisata ini sama- sama terdampak pandemi Covid-19, namun pengelolaan wisata di Kota Batu dinilai lebih kokoh sehingga lebih mampu bertahan.

Di tahun 2020 kunjungan wisata di Kota Batu mengalami penurunan. Jika di tahun 2019 tercatat sebanyak 7 juta wisatawan, di tahun 2020 menurun menjadi 3,5 juta wisatawan.

“Dan di Kota Bukit Tinggi kunjungan. menurun drastis dari 1,5 juta wisatawan menjadi hanya 550 ribu wisatawan saja,”ujar Wali Kota Bukit Tinggi, H Erman Safar SH saat berkunjung ke Balai Kota Batu, Kamis (1/4). Dan dinilai, pengelolaan wisata di Kota Batu jauh lebih matang dan kokoh sehingga patut dititru Kota Bukit Tinggi.

Selain itu Erman menjelaskan dipilihnya Kota Batu sebagai tujuan studi banding dikarenakan secara geografis Kota Batu dan Kota Bukit Tinggi tidak jauh berbeda. Kedua kota memiliki tipikal dan suasana alam yang sama pula.

“Udara disini mirip dengan di Bukit Tinggi. Kami juga punya 3 kecamatan, sama seperti disini. Kami melihat kunjungan pariwisata Kota Batu sebelum pandemi 7 juta lebih. Kami ingin berdiskusi untuk penguatan konsep pariwisata di Bukit Tinggi,” jelas Erman.

Kunjungan rombongan Kota Bukit Tinggi ini disambut baik oleh Wakil Wali Kota Batu H Punjul Santoso beserta Sekda Kota Batu Zadim Efisiensi, dan beberapa kepala OPD. Dalam kesempatan tersebut diskusi lebih banyak membahas perkembangan dan pembangunan wisata di Kota Batu, mulai media promosi hingga pelayanan wisatawan.

Dikatakan Wakil Wali Kota Batu, H Punjul Santoso bahwa pada intinya pembangunan wisata di Kota Batu didukung oleh investor, stakeholder dan masyarakat.
Keterlibatan masyarakat dan stakeholder mempengaruhi pengembangan wisata di Kota Batu. Selain itu, pembangunan wisata juga difokuskan pada potensi-potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Kami bekerjasama dengan kelompok tani, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan untuk membuat desa wisata dan wisata alam dengan tetap menjaga kelesatarian alamnya,” ujar Punjul.

Wakil Wali Kota menambahkan, media sosial juga berperan dalam mempromosikan potensi yang ada di Kota Batu. Dengan sinergi bersama dinas terkait, Kota Batu bisa lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas.

“Kami juga mensosialisasikan dan berdiskusi dengan masyarakat melalui Pemerintah Desa untuk pembangunan yang dilakukan. Kami juga mengundang investor untuk melihat potensi yang ada di Kota Batu,”tandas wawali.(nas)

Tags: