TKI Blitar Korban AirAsia Akhirnya Teridentifikasi

Jenazah korban airasiaKabupaten Blitar, Bhirawa
Setelah sebelumnya korban hilangnya pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501, Ruth Natalia (26) warga Jalan Gajah Mada Kecamatan Wlingi telah teridentifikasi, kini giliran Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Yuni Astuti (43) warga Dusun Jugo RT 05 RW 01 Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar yang telah teridentifikasi.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Blitar, Herman Widodo, dimana saat ini sudah ada kejelasan korban hilangnya pesawat Air Asia QZ 8501, TKI asal Desa Jugo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, Yuni Astuti (43). “Berdasarkan informasi yang diterima, memang benar jenazah Yuni Astuti (43) telah teridentifikasi,” kata Herman Widodo.
Bahkan atas adanya informasi tersebut, pihaknya bersama sejumpah pihak seperti PMI Kabupaten Blitar telah mengirimkan personilnya untuk melakukan penjemputan jenazah Yuni Astuti (43) di Surabaya. “Saat ini (kemarin red) sejak pukul 14.30 WIB kami kirimkan 2 unit ambulance dari PMI untuk melakukan penjemputan korban,” jelasnya.
Namun pihaknya berharap proses penjemputan bisa segera terlaksana dengan cepat kepada pihak keluarga, karena secara administrasi memang tidak mudah bagi keluarga korban untuk mengambil jenazah. “Secara administrasi memang tidak mudah untuk mengambil jenazah, sebab ada beberapa hal penting yang harus dilalui. Untuk itu kami berharap perwakilan keluarga dan tim yang kami kirim bisa segera menyelesaikannya dan jenazah bisa segera di bawa pulang ke rumah duka di Kecamatan Kesamben,” ujarnya.
Ditambahkan Camat Kesamben , Ahmad Koliq mengatakan awalnya keluarga korban, yakni suami korban, Pak Supeno mendapatkan informasi dari dari DVI Polda Jatim bahwa ada salah satu korban hilangnya Air Asia adalah istrinya yang telah teridentifikasi.
Kemudian pihak keluarga korban langsung berkoordinasi dengan Pemkab Blitar dan PMI untuk melakukan penjemputan. “Dari informasi tersebut dilakukan kroscek dan kemudian langsung dilakukan penjemputan oleh pihak PMI Kabupaten Blitar dengan 2 unit ambulance,” tambah Ahmad Koliq.
Sementara perlu diketahui Yuni Astuti (43) warga Dusun Jugo RT 05 RW 01Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar merupakan salah satu TKW asal Kabupaten Blitar yang akan berangkat bekerja di Singapura menggunakan pesawat Air Asia QZ 8501.
Namun dalam perjalannya pesawat tersebut hilang kontak yang membuat pihak keluarga korban shok dan berhara segera ditemukannya Yuni Astuti (43), namun setelah mendapatkan informasi dari sejumlah media hampir seluruh korban yang telah ditemukan telah meninggal dunia.
Akhirnya pihak keluarga pasrah dan berharap segera ditemukannya jenazah Yuni Astuti (43). Bahkan pihak Pemkab Blitar siap melakukan fasilitasi pemulangan jenazah korban hilangnya Air Asia QZ 8501 dari penjemputan di RS. Bayangkara Polda Surabaya sampai dirumah duka dan lokasi pemakaman. [htn]

Tags: