Toko Modern -Toko Tradisional Hidup Berdampingan di Desa Sawotratap Sidoarjo

Salah satu ritel modern yang ada di Desa Sawotratap Kec Gedangan. [alikus/bhirawa].

Sidoarjo, Bhirawa
Ritel modern, swalayan tradisional dan toko pracangan warga, ternyata selama bertahun-tahun ini, bisa hidup berdampingan dengan rukun di Desa Sawotratap Kec Gedangan. Desa yang jumlah penduduknya paling padat di kecamatan yang banyak berdiri pabrik itu. Karena padatnya penduduk di desa itu, saat ini sampai ada dua ritel modern sekaligus, seperti Alfamart di dusun Tratap Desa Sawotratap. Satu di jalan Hayam Wuruk dan satu di jalan Gajah Mada.

Bahkan sebelumnya, sempat sampai ada ada tiga lagi ritel modern di desa itu. Namun, karena mereka kalah saingan dalam usaha, akhirnya oleh manajemen mereka, ketiganya kini telah ditutup. Tiga ritel modern itu yakni Alfamidi sempat ada di jalan Raden Wijaya dusun Tratap dan dua Alfamart di jalan Joyoboyo di dusun Sawo Desa Sawotratap.

Meski usaha ekonomi mereka hidup berdampingan, selama bertahun-tahun, toko swalayan tradisional dan toko pracangan warga di desa itu selama ini aman-aman saja dan sama-sama berjalan usahanya. Tanpa ada protes dan gesekan dengan keberadaan toko swalayan modern.

Menurut pendapat warga di desa Sawotratap, banyaknya toko di desa itu, justru akan bisa membuat warga menjadi punya banyak pilihan, dalam berbelanja, sesuai dengan kondisi keuangan warga masing-masing. “Pembeli adalah raja, toko-toko itu punya pembelinya masing-masing,” kata Masduki, warga RT 06 RW 11, belum lama ini.

Ia memberikan contoh, apabila warga ingin membeli barang yang kelasnya masyarakat bawah dengan harga sedikit miring, maka warga desa bisa berbelanja di swalayan tradisional dan toko pracangan. Kalau barangnya agak berkelas, maka biasanya warga belanja ke toko ritel modern.[kus]

Tags: