Tolak Omnibus Law, Aktivis PMII Lamongan Teriaki DPR Tak Pecus

Para aktivis yang kecewa tidak ditemui pimpinan Dewan, meneriakkan lagu DPR tidak pecus.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan, Bhirawa
Gelombang penolakan keras terkait RUU Cipta Kerja yang sudah disahkan menjadi UU terus digelorakan para aktivis dan buruh di Jawa Timur. Salah satunya di Kabupaten Lamongan,ratusan aktivis mengajak Perwakilan Rakyatnya di Daerah untuk satu suara dengan tuntutanya.

Namun, saat para aktivis dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lamongan mendatangi Gedung DPRD setempat ternyata tidak mendapatkan satu sikap tegas bersama akan RUU yang dinilai para aktivis merugikan rakyat utamanya para pekerja atau buruh.

“Kami ingin Omnibus Law ini di cabut. Bagi kita percuma diajak diskusi ternyata wakil rakyat kita yang ada di DPRD pun sampai salah ucap menyebut RUU Cipta Kerja disebutkanya RUU Cipta Karya.”terang Muhammad Syamsudin Abdillah saat orasi di Gedung DPRD Kabupaten Lamongan,Rabu(7/10).

Saaat di temui Ketua Komisi D Abd.Shomad juga tak menemui sebuah kesepahaman.Hingga ahirnya membuat ratusan aktivis PMII ahirnya merangsek masuk ke Ruang Paripurna DPRD dan menduduki kursi wakil rakyatnya.

Selama didalam ruang paripurna,Mereka (para aktivis,red) tetap bersih kukuh menginginkan ada sikap penolakan bersama dengan pimpinan Dewan.”Harapan kita Ketua DPRD bisa memberikan konfirmasinya atau kalau perlu deklarasi penolakan terhadap Omnibuslaw ini.Namun kenyataanya Ketua DPRD dan Wakil Pimpinanya juga tidak hadir menemui kami.”tegas Saymsudin.

Kemudian , massa yang kecewa karena tidak ketemu pimpinan Dewan ahirnya keluar dari Gedung Paripurna DPRD Lamongan meneriakkan lagu DPR tidak pecus!!. “DPR tidak pecus..DPR tidak pecus.. oo.. o…oohh..ohh. DPR Tidak pecus,”begitu terdengar keras teriakan para aktivis.

Pada ahir jalanya aksi, para aktivis,keluar dari Gedung DPRD dengan tertib tanpa melakukan pengerusakan apapun.Aksi berjalan damai dikawal dengan ketat oleh TNI-Polri. [aha]

Tags: