Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Cipayung Plus Tabur Bunga di DPRD Jatim

Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Timur menggelar aksi tolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jatim, Jumat (9/10). [Gegeh Bagus Setiadi]

Surabaya, Bhirawa
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Timur menggelar aksi di depan Gedung DPRD Jatim, Jumat (9/10). Mereka menyuarakan penolakan terhadap Undang-undang Cipta Kerja omnibus law.
Masa gabungan dari tujuh organisasi ini bergantian menyuarakan tuntutan pencabutan omnibus law. Di antara tiga tuntutan yang disampaikan adalah menolak keras UU Cipta Kerja, meminta DPR RI melakukan legislative review serta mengajak elemen lainnya menolak UU tersebut.
“Kami meminta DPRD Jatim bisa menyuarakan aspirasi kami kepada DPR RI serta Presiden bahwa kita bersama-sama menolak,” kata Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur, Yogi Pratama.
HMI Jatim yang menjadi salah satu di antara tujuh elemen Cipayung Plus akan menyiapkan aksi lanjutan apabila tak ada respon positif dari pemerintah. “Kami akan menunggu. Jika tidak dibatalkan, kami siapkan aksi yang lebih besar,” tegasnya.
Ketua Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Jawa Timur, Andreas Susanto menambahkan, bahwa Cipayung Jatim sejak awal menolak.
“Kami juga melihat secara komprehensif, bahkan meminta pandangan dan kajian kepada para pakar,” katanya.
Lebih detail, pihaknya menyorot isi UU Cipta Kerja, di antaranya adalah adanya klaster tenaga kerja yang dianggap merugikan buruh dan menguntungkan pengusaha secara sepihak. “Kami dengan tegas menolak bukan lagi menunda,” katanya.
Disela aksi, Anggota DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat, Hartoyo lantas menemui mahasiswa. Hartoyo menerima aspirasi mahasiswa dan berjanji melaporkan ke DPRD sebagai lembaga.
“Kami akan melobi beberapa partai lain untuk sama-sama bersikap menolak UU ini. UU ini tak memiliki urgensi untuk dibahas, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” kata Hartoyo.
Tak berhenti di situ, ia juga akan berkoordinasi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk bersama bersurat ke pusat.
“Kami rasa eksekutif juga memiliki komitmen bersama untuk mendukung buruh dan mahasiswa,” kata Hartoyo yang juga mantan Ketua Komisi E DPRD Jatim ini.
Menariknya, saat Hartoyo berorasi para demonstran juga menaburkan bunga dengan pekikan kalimat Tahlil. “Laa ilaha Illallah…. Laa ilaha Illallah…,” ujar para demonstran bersahutan.
Taburan bunga ini pun sempat mengenai Hartoyo. Namun, Hartoyo tetap melanjutkan orasinya sekaligus mendukung aksi mahasiswa.
Para pendemo juga melakukan aksi teatrikal, seperti melakukan tabur bunga di halaman di depan kantor DPRD Jatim. Para mahasiswa juga berdoa bersama berharap agar pemerintah membatalkan UU tersebut. [geh]

Tags: