Toleransi 30 Menit untuk Restoran dan Tempat Ibadah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Pemprov, Bhirawa
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai digelar kemarin, Senin (11/1) hingga 25 Januari mendatang. Salah satu ketentuan dalam PPKM tersebut ialah pembatasan jam operasional restoran dan tempat ibadah hingga pukul 19.00.
Namun, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengisyaratkan memberi toleransi terhadap operasional jam tutup mall serta restoran atau rumah makan, serta tempat ibadah dengan maksimal lebih 30 menit.
Khofifah mengatakan, toleransi itu tetap harus dikomunikasikan dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, melalui Kapolres atau Dandim yang ada di 11 Kabupaten Kota pelaksana PPKM. Dalam instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 tahun 2021 dan juga Keputusan Gubernur Jatim, batas pelaksanaan seluruh kegiatan masyarakat, diputuskan sampai dengan pukul 19.00 WIB. “Tetapi di lapangan, seperti yang disampaikan, kegiatan keagamaan. Kebetulan kalau di Surabaya ini, Isya sekarang diatas jam 7,” ujar Khofifah, kemarin.
Untuk itu, penerapan toleransi tersebut, juga harus ada rekomendasi dan komunikasi dengan Kapolda Jatim serta Pangdam V Brawijaya. Lantaran saat ini, jadwal sholat Isya khususnya berkumandang sekitar pukul 19.06 WIB. “Ditambahlah kalau mereka melakukan setelah sholat kan gak langsung itu, plus 10 menit, plus sholat, plus zikir, mungkin 19.30. Maka tugas kita mengkomunikasikan kepada takmir takmir Masjid, setelah sholat Isya semua lampu lampu Masjid harus dipadamkan,” pintanya.
Toleransi berikutnya, kata Khofifah, adalah untuk restoran dan mall atau pusat perbelanjaan. Untuk mall atau pusat perbelanjaan, Khofifah menjelaskan, bahwa pukul 19.00 WIB, pengelola mall harus memberikan pengumuman bahwa mall akan segera tutup. “Jadi misalnya jam 19.00 WIB itu sudah ada announcing dari masing masing institusi itu. Mereka menyampaikan, bahwa ini akan segera tutup, misalnya,” imbuhnya.
Untuk restoran atau tempat makan, lanjut Khofifah, lebih teknis lagi. Dimana ada aturan untuk last order misalnya pada pukul 18.30 WIB. Kemudian makanan baru datang pada pukul 19.00 WIB. “Ya hal hal seperti ini teknis sekali, mohon masing masing Bupati Walikota mengkoordinasikan dengan Forkopimda setempat, tentu atas arahan Pak Kapolda dan Pak Pangdam V Brawijaya,” tandasnya. [tam]

Tags: