Totalitas Terapkan PPKM Berhasil Membawa Kota Batu Masuk Zona Kuning

Kedisiplinan masyarakat bersama aparat Kota Batu dalam melaksanakan PPKM berhasil membawa kota ini masuk zona kuning dalam penanganan Covid 19. [anas bahtiar]

Kota Batu, Bhirawa
Totalitas dan kedisiplinan warga Kota Batu bersama aparat pemerintah dalam melaksanakan PPKM membuahkan hasil. Kota Batu yang sebelumnya berstatus zona oranye kini status menurun ke zona kuning. Hal ini membuat kesempatan Kota Batu untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan sekolah yang boleh melaksanakan PTM yakni sekolah yang berada di zona hijau atau paling tidak zona kuning. Dan Kota Batu yang sebelumnya berada di zona oranye, kini beranjak ke zona kuning. Hal ini dibenarkan Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko bersama Kepala Diskominfo Batu, Agus Machmudi.
“Dilihat dari skor resiko, berdasarkan laporan pada 18 Januari 2021 lalu, serta mengacu pada 14 indikator yang ada maka angka resiko di Kota Batu sudah menunjukkan 2,44 atau resiko rendah,” jelas Agus saat dikonfirmasi, Rabu (20/1).
Agus menjelaskan, ditetapkannya Batu masuk zona kuning dilihat dari hasil Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menunjukkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat Kota Batu cukup tinggi. kesadaran ini harus dipertahankan agar pandemi Covid 19 segera teratasi dan masyarakat bisa kembali hidup normal.
“Jika kehidupan bisa kembali normal maka roda perekonomian bisa. Kembali bergerak sehingga ekonomi kita bisa kembali bangkit,” tambah Agus.
Agus menegaskan, pencapaian ini hasil kerjasama yang baik antara pemerintah, petugas dan masyarakat. Upaya lintas sektor yang dilakukan sangat berkontribusi positif. Mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kota, para petugas mulai TNI Polri, Satpol PP, Dishub, semuanya all out menegakkan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan.
Sejak pemberlakuan PPKM, resiko penularan Covid-19 di Kota Batu cukup rendah. Dari sebelum PPKM kasus 1099 terkonfirmmasi positif, sampai saat ini bertambah tak terlalu signifikan atau menjadi 1118 kasus.
Dengan masuk ke zona kuning ini akan membuka kesempatan untuk melaksanakan PTM. Namun saat ini kemungkinan itu masih dalam kajian dan evaluasi para stake holder terkait. ”Kalau aman maka tak memutup kemungkinan akan digelar PTM,” tandas Agus. [nas]

Tags: