TPA Kabupaten Bondowoso Hanya Bisa Tampung 1,6 Ton Sampah

Tampak salah satu tempat pembuangan sampah. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di Bondowoso yang beroperasional sejak tahun 1993 sampai saat ini, perhari menampung sampah 4,2 ton. Namun sekarang hanya bisa menampung 1,6 ton.
“Sampah yang masuk ke TPA itu sudah mencapai 4,2 Ton perhari, sedangkan lahan kita yang ada sekarang ini cuma 1,6 ton. Itu berdiri mulai operasionalnya tahun 1993, anggaplah itu overload,” kata Abdul Asis, Kasi Pengelolaan Sampah Dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun), Senin (13/1).
Abdul Asis menjelaskan, bahwa ditahun 2016 ada pengadaan lahan sekitar 3,2 hektar. Dan di tahun 2018, juga ada penambahan lahan sebanyak sekitar 3,4 hektar.
“Jadi total keseluruhan lahan yang sudah kita persiapkan untuk TPA itu, sekitar 6,6 hektar. Terus lahan yang 1,4 hektar ini, peruntukannya untuk pembangunan IPAL, tinja, LPnya. Soalnya kita belum juga punya, jadi untuk 5,2 hektar ini peruntukannya memang untuk TPA,”jelasnya.
Tempat Pembuangan Sampah ini kata dia, nanti kedepan paling tidak sanitary landfils. Sementar untuk menambah usia TPA ini, salah satunya dengan pengurangan sampah pada sumbernya.
“Pengurangannya ini, disana itu masyarakat sudah memilah, antara sampah organik dan non organik. Jadi sampah organiknya bisa disana, kita bentuk rumah kompos di sebagian kecamatan, itu sudah ada di berbagai kecamatan,”katanya.
Dan untuk non organiknya itu, seperti plastik-plastik yang mempunyai nilai ekonomi, itu untuk Bank Sampah, kan bisa didaur ulang.
Dijelaskannya pula, pada tahun sekarang ini untuk pembahasan Perda yang baru. Bahwa Bank Sampah sudah masuk di dalamnya. Yang keperuntukkannya untuk pengurangan sampah pada sumbernya.
“Jadi di Perda yang kemaren tidak ada, jadi di Perda yang baru ini Bank Sampah masuk disana. Bank Sampah itu, kita anggaplah sebagai pemerintah, menginginkan sampah itu sudah tuntas disumbernya. Jadi sampah itu terpilah dirumah tangga masing-masing,” terangnya.
Ditanya perihal sampah yang berada di waduk ataupun di sungai yang di buang sembarangan, kata dia nantinya pihaknya akan mengadakan sosialisasi.
“Diperda ini juga ada larangan untuk buang sampah sembarang, termasuk membakar dan buang sampah sembarang itu ada di Perda ini,” kata Kasi Pengelolaan Sampah Dan Limbah B3 itu.
Sementara, untuk poin-poin Perda yang baru dan yang lama hampir sama, namun ada beberapa berbeda, seperti larangan buang sampah sembarangan, Bank Sampah, dan jika ada pelanggaran-pelanggarannya ada tindakannya, sanksi dan semisalnya.
“Kalau ada tindakan, anggaplah satu atau dua orang, mungkin bisa buat jera yang lain. Sekarang ini orang-orang buang sampah masih sembarang. Kadang-kadang naik sepeda motor lewat pinggir sungai langsung lempar. Namun untuk merubah mindset, buang sembarang ini yang butuh perhatian khusus,”paparnya.
Ia pun berharap untuk Pedagang Kali Lima (PK5) itu, agar mempunyai tempat sampah sendiri, jangan menunggu dari Dinas terkait.
“Misalkan PK5 menyediakan tempat plastik, dan sampahnya ditumpuk diplastik itu lalu ditaruk, lalu petugas kita yang mengambil disana. Soalnya juga ada kan distribusi untuk pembayaran itu. Petugas kita ambil dari itu,”menurutnya.
Soalnya selama ini lanjut dia, sampahnya masih ditaruk di tempat sampah yang peruntukannya untuk pejalan kaki.
Sedangkan untuk tenaga kebersihan, Abdul Asis mengungkapkan, bahwa pihaknya masih kekurangan tenaga. Karena banyak tenaga yang sudah pensiun, dan itu pun masih belum ada penggantinya.
“Kedepan kita mengharapkan agar ada kegiatan outsourcing untuk tenaga kebersihan itu. Kebutuhan kita sekitar 86 orang tenaga, untuk wilayah kota. Alun-alun, Pasar, dan Pasar Induk,” pungkasnya. [san]

Tags: