TPA Wonokerto Pasuruan Beroprasi, Perekonomian Warga Sekitar Bisa Meningkat

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto, Sampoerna untuk Indonesia, Ahmad saat meresmikan TPA Sampah di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (24/2).

Pasuruan, Bhirawa
Tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, resmi beroperasi. Peresmian lokasi TPA dan pengolahan sampah tersebut dilakukan oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, di TPA Wonokerto, Rabu (24/2).

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf mengharapkan beroperasinya TPA Wonokerto, persoalan sampah bisa dikelola dengan baik. Terlebih, menjadi solusi atas tumpukan sampah yang overload di TPA lama yang berada di Desa Kenep, Kecamatan Beji.

“Harapan kami untuk TPA Wonokerto ini bisa mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Pasuruan. Apabila sampah dikelola dengan baik, maka bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami berpesan kepada DLH (Dinas Lingkungan Hidup), supaya mengelolahnya dengan baik,” ujar HM Irsyad Yusuf.

Ke depan, Pemkab Pasuruan akan berencana melakukan pelebaran di sekitar TPA Wonokerto maupun rencana pembangunan TPA baru di wilayah timur dan barat Kabupaten Pasuruan.

“Saat ini masih kami kaji appraisalnya. Karena kita harapkan TPA ini bisa menampung sampah dengan jangka waktu yang lebih lama. Kami juga rencanakan bangun TPA di wilayah timur, karena didukung juga oleh dua perusahaan melalui CSR-nya. Termasuk juga TPA di wilayah barat,” kata Irsyad Yusuf.

Terkait dampak ekonomi warga sekitar terhadap pembangunan TPA Wonokerto, Gus Irsyad panggilan akrabnya menegaskan hadirnya TPA Wonokerto diharapkan bisa ikut andil dalam meningkatkan perekonomian warga sekitar TPA.

Terutama dalam hal kegiatan pemilahan maupun pengolahan sampah yang dampaknya adalah menjadikan warga sekitar menjadi berdaya dan sejahtera, serta sukses dalam mewujudkan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan. Yakni waste to resource atau dari sampah menjadi sumber energi.

“Nanti itu, dari sampah bisa membawa berkah. Karena sampah apabila bisa dimanage dengan baik, maka tentu saja akan bernilai ekonomi. Makanya, saya sudah minta DLH untuk bisa memberikan pelatihan kepada warga sekitar agar mereka berdaya dan sejahtera,” kata Gus Irsyad.

Dengan beroperasinya TPA Wonokerto, lanjut Gus Irsyad, secara bertahap seluruh sampah yang dikerjasamakan dengan DLH dapat langsung dikumpulkan untuk dilakukan pemilahan sampai pengolahan.

“Tahapan sebelum diolah pasti ada. Mulai dari penerimaan sampah sampai pemprosesan akhir. Secara bertahap sampah-sampah yang kemarin-kemarin dibuang ke TPA Kenep, sekarang bisa dibuang ke TPA Wonokerto,” urai Gus Irsyad.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto menambahkan TPA Wonokerto seluas 4,8 hektar ini dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana (sarpras) maupun fasilitas. Adapun pembangunan TPA menelan anggaran Rp 15,1 miliar. Sedangkan, pembangunan TPA Wonokerto untuk mendorong perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami akan memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara memilah sampah yang rumah tangga agar bisa menjadi barang bernilai ekonomis,” ungkap Heru Farianto.

TPA Wonokerto dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektar yang menempati 3 desa. Yakni Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Desa Oro-oro Ombo Kulon dan Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang. [hil]

Tags: