Transaksi Perdagangan Festival Muharram Tembus Rp 6,2 M

Plt Bupati Bondowoso Drs H Karna Suswandi saat memberikan sambutan dalam penutupan Festival Muharram. (Samsul Tahar/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Festival Muharram (Fesmuh) 2018 telah berakhir dan mencatat transaksi sampai Rp 6,2 miliar lebih. Plt Bupati Bondowoso, Karna Suwandi mengapresiasi catatmn transaksi tersebutt.
Saat menutup Fesmuh 2018, Karna Suwandi mengatakan, Fesmuh ini juga bagian dari upaya untuk menunjukkan hasil-hasil pembangunan di kabupaten Bondowoso. Dengan begitu masyarakat bisa menjadi sadar, mengerti serta semakin peduli pada daerahnya.
“Serta bisa mengambil bagian dalam kondisi pembangunan bagi kota yang jita cintai ini,” terangnya.
Kedepan, pihaknya berharap melalui kegiatan ini bisa menciptalan enterprenuer yang handal. Sehingga, bisa menciptakan produk-produk serta peluang usaha yang memiliki nilai jual.
“Perlu kita ketahui bersama, bahwa selama Fesmuh 2018 ini, terbukti ada peningkatan transaksi ekonomi. Artinya, terjadi peningkatan penjualan yang ada di stand pameran dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan ada kemajuan di sektor ekonomi dan bisnis,”tambahnya.
Selama 10 hari, masyarakat Bondowoso disuguhi berbagai potensi, prestasi, budaya, dan seni yang dikemas dalam kemeriahan ragam kegiatan yang bertemakan “Menggali Potensi, Menggelar Prestasi”.
Belum lagi, ratusan pelaku usaha kecil dan menengah pun diberi panggung dalam memamerkan dan menjual hasil karya mereka di Pameran Expo Muharrom yang dipusatkan di jantung kota.
Harry Patriantono, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, dalam laporan di Penutupan Fesmuh 2018, mengatakan, pelaksanaan Fesmuh tujuannya untuk mempromosikan berbagai potensi daerah, berupa hasil karya dan kerajinan Bondowoso.
“Dari data yang diperoleh selama kegiatan berlangsung telah terjadi transaksi perdagangan sekitar Rp 6,2 milliar lebih,” terangnya.
Ia pun mengakui bahwa dalam pelaksanaannya masih ada kekurangan. Namun demikian, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan acara tahunan ini, cukup sukses. Bahkan, jumlah pengunjung tembus hingga 70.228.
“Maka besar pulalah harapan kami hendaknya kegiatan ini bisa dilakukan pada tahun-tahun yang akan datang,”harapnya.
Pantauan di lapangan, usai acara seremonial penutupan, kemudian disuguhkan tarian lampion yang mengawinkan Singo Ulung, Molong Kopi dan Goyang Dayung Asean Games oleh Juara 1 Festival Lampion dari SMP Negeri 2 Bondowoso. Usai itu, ditampilkan puluhan putra daerah berlenggak lenggok, mengenakan pakaian dengan dengan motif batik.khas Bondowoso. Tak lupa, balasik dari Bondowoso Republik Kopi pun turut menggema menghibur penonton yang sudah memadati Alun-alun Ki Bagus Asra. [har]

Tags: